mendidik buah hati tentu harus di penuhi dengan suasana yang penuh dengan cinta kasih.
kehangatan dekapan sang bunda dan ayah akan menjadikan anak kita lebih tegar dalam mengarungi hidup ini. tetapi mendidik anak agar tidak cengeng dan manja bukan lah hal yang mudah.
perlu kesabaran ekstra, terutama bagi ayah dalam mendidik buah hati kita! di saat pulang kerja lelah dan dipenuhi masalah kantor yang kian menumpuk! atasan dan kolega menjadikan kening berkerut, mata kian redup! tapi saat kita pulang kerumah ternyata buah hati kita sedang rewel tanpa sebab, mungkin karena manja atau mungkin karena kurang perhatian kita selama ini atau bahkan mungkin karena kurang enak badan.
perlu hati yang jernih dan pikiran yang tenang dalam menangani hal ini! perlu bagi ayah dan bunda untuk terus berintrospeksi dan berbesar hati, bersabar dalam menangani anak ini. kekerasan yang dilakukan orang tua, mungkin terjadi pada kondisi tersebut! bahkan mungkin kita salah satu pelakunya tapi belum menyadarinya!
belajar lah ayah untuk menahan diri, belajar lah ayah untuk menahan emosi! belajar lah ayah dan terus bersabar! karena yang kita hadapi adalah buah hati kita, cinta kasih kita dan harapan kita! jangan sampai menyesal di kemudian hari.
(curhat dan renungan diri sang Ayah ketika buah hati rewel)
swooshdot.com
Kamis, 24 Desember 2009
Rabu, 16 Desember 2009
Tamengi pertahanan tubuh balita di Musim Hujan
musim hujan telah datang, bagi bunda perlu mempersiapkan diri untuk memperhatikan dan meningkatkan imunitas dan pertahanan tubuh bagi buah hati kita.
di Indonesia umumnya musim hujan disertai dengan berbagai penyakit musiman, seperti gatal-gatal, demam berdarah, diare dan flu.
oleh karena itu perlu bagi Ibu untuk mempersiapkan diri dengan menjaga buah hati/anak kita, salah satunya dengan memberikan madu.
dan bagi yang memiliki buah hati yang masih bayi. perhatikan dengan seksama kondisinya dan jaga selalu kondisinya agar tetap hangat dan tidak masuk angin.
bila perlu berikan mereka vitamin penambah nafsu makan sehingga kondisi bisa tetap stabil.
di Indonesia umumnya musim hujan disertai dengan berbagai penyakit musiman, seperti gatal-gatal, demam berdarah, diare dan flu.
oleh karena itu perlu bagi Ibu untuk mempersiapkan diri dengan menjaga buah hati/anak kita, salah satunya dengan memberikan madu.
dan bagi yang memiliki buah hati yang masih bayi. perhatikan dengan seksama kondisinya dan jaga selalu kondisinya agar tetap hangat dan tidak masuk angin.
bila perlu berikan mereka vitamin penambah nafsu makan sehingga kondisi bisa tetap stabil.
Rabu, 28 Oktober 2009
Tumbuh kembang bayi (Just for Joke)..............(1)
anak bayi sangat lucu dan menggemaskan, menjadi harapan para orang tua! perlu sebagai orang tua kita memantau perkembangannya.
1. satu bulan pertama
bayi akan membutuhkan perhatian penuh. setiap 2 jam sekali dia akan tertidur, mandikan secara rutin bayi anda, dan berilah ASI, jagan seperti dibawah ini , bayi dibiarkan minum sendiri susu formula.


karena anak anda bukan bayi kalengan............
bersambung.........................
Rabu, 14 Oktober 2009
Rindu Air mata

keheningan malam sering mengetarkan hati setiap insan yang bersujud padaNya. tetesan air mata orang-orang soleh deras mengalir tiada henti karena merasa hina dan rendah dihadapanNya.
tapi tatkala aku "menemui-Nya" dalam sepertiga malamku, mataku telah kering, hatiku bimbang dan penuh tanya! kenapakah air mata ini ? apakah jiwa ini penuh dosa, sehingga tak dapat lagi menangis dihadapanmu. ku duduk diam dan merenung
"jika dibelahan bumi lain ada jiwa suci yang merasa dhoif, dholim dan penuh dosa, kenapa hati ini tidak merasakannya. air mataku mulai leleh karena menangis dan menjerit tentang derita hati ini, menjerit memohon agar dapat digetarkan hati ini tuk mengingat dosa-dosa, menangis karena memohon agar digetarkan hati ini sehingga penuh rasa rendah dan hina di hadapanNya."
Ya Allah, hidupkan lah hati ini agar dapat tergetar saat menghadapMu dalam sujud. dapat meneteskan air mata setiap kali takbir telah ku kumandangkan dalam sholat.
hamba takut, kau jadikan hati ini "membatu" karena telah banyak dosa yang telah hamba lakukan sehingga jadi biasa.
Hamba takut amal ibadah yang setetes teringat laksana sejagad, hingga tak dapat lagi kurasakan hikmah dan berkahnya.
Ya Ilahi berilah tetesan air mata padaku, karena heningnya malam ini tak dapat menggetarkan jiwaku! tak dapat menyadarkan hatiku! tak dapat membuatku merasa tersungkur dalam rendah dan hina di hadapanMu.
Ya Allah kutakut menjadi hambaMu yang sombong tapi tak menyadarinya, kutakut sombong padaMu karena tak pantas bagiku.
berikan linangan sucimu dari kelopak mata ini karena hamba tau diri ini tak suci, karena hamba tau diri ini sangat jauh dariMu.
getarkanlah hatiku Ya Robbi, getarkanlah hatiku Ya Illahi, getarkanlah jiwaku Ya Ghoffar
sebagaimana kau getarkan hati-hati kekasih suciMu di belahan bumi ini.
Kumohon padaMu dalam keheningan malam ini!
Selasa, 13 Oktober 2009
ASI makanan terbaik untuk bayi
------------------------
ASI : Makanan Terbaik untukBayi
-----------------------
- Berikan ASI kapan saja bayi menginginkannya. Hndarkan untuk memberikan ASi dengan botol susu, agar bayi tidak "bingung puting"
- Dekapan Bunda saat menyusui memunculkan rasa aman, nyaman serta tentram pada bayi. Perasaan ini menjadi dasar perkembangan emosi positif bayi.
- ASI mampu mempersiapkan bayi untuk pola makan berikutnya setelah usia sang buah hati mencapai 6 bulan.
- Indikator bahwa Si kecil sukup dalam mendapatkan ASI yaitu dengan menghitung frekuensinya dalam buang air kecil, setidaknya paling sedikit bayi harus 6 kali atau lebih buang air kecil dalam satu hari atau total air seni yang dikeluarkan 500g/bulan
- Bayi yang sehat akan terbangun segera jika ia lapar. Sering kali ibu dapat merasakannya dengan payudara ibu yang mengencang dan mulut bayi yang terbuka lebar saat puting bunda ditempelkan pada mulut atau pipinya.
- Sangga leher kepala bayi saat menggendong atau mnyendawakannya.
- Posisi menyusu Si kecil yang benar sangat menentukan keberhasilan menyusui tersebut.
- Konsultasikan kepada dokter atau klinik laktasi jika anda kesulitan menyusui buah hati anda atau ASI anda belum atau tidak keluar.
Jumat, 09 Oktober 2009
86% bayi di Indonesia tdk dpt ASI Exklusif
Hanya 14% ibu di Tanah Air yang memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada bayinya sampai enam bulan. Rata-rata bayi di Indonesia hanya menerima ASI eksklusif kurang dari dua bulan. Hasil yang dikeluarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) periode 1997-2003 cukup memprihatinkan. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sangat rendah.
Direktur Bina Gizi Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan (Depkes) Ina Hernawati menjelaskan, fenomena semacam itu akan berimbas buruk bagi kesehatan balita. Ia merujuk pada penelitian di Ghana, yang menunjukkan bahwa 16% kematian bayi baru lahir bisa dicegah bila bayi disusui pada hari pertama kelahiran. ''Angka harapan hidup bayi akan meningkat menjadi 22% jika bayi disusui pada 1 jam pertama setelah kelahiran,'' kata Ina di sela-sela kampanye pekan ASI eksklusif sedunia di Jakarta, kemarin.
The World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) memperkirakan 1 juta bayi dapat diselamatkan setiap tahunnya bila diberikan ASI pada 1 jam pertama kelahiran, kemudian dilanjutkan ASI eksklusif sampai dengan enam bulan. Ina menyebutkan, sejatinya kelompok masyarakat yang paling rentan terancam penyakit dan kekurangan gizi adalah ibu hamil, bayi, remaja, dan usia lanjut. Depkes mencatat, dari 10 ibu hamil di Indonesia, kira-kira ada empat ibu yang menderita anemia zat besi, dan dua ibu yang kekurangan gizi. Sementara itu, pada balita, dari 10 balita, sekitar dua sampai tiga balita menderita kekurangan gizi.
''Bila kekurangan gizi pada balita ini tidak segera diatasi, kondisi gizi buruk akan tercipta.'' Kultur sosial Pada kesempatan terpisah, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono berpendapat, faktor sosial budaya ditengarai menjadi faktor utama pada pemberian ASI eksklusif pada balita di Indonesia. Ketidaktahuan masyarakat, gencarnya promosi susu formula, dan kurangnya fasilitas tempat menyusui di tempat kerja dan publik menjadi kendala utama. ''Seharusnya tidak ada alasan lagi bagi seorang ibu untuk tidak menyusui bayinya,'' kata Meutia. Ia mengatakan faktor sosial budaya berupa dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif menjadi faktor kunci kesadaran sang ibu untuk memberikan gizi terbaik bagi bayinya.
''Dukungan suami terhadap ibu untuk menyusui harus ditingkatkan. Keluarga dan masyarakat juga harus memberikan arahan dan ruang bagi ibu menyusui,'' jelas Meutia. Pasalnya, minimnya dukungan keluarga dan suami membuat ibu sering kali tidak semangat memberikan ASI kepada bayinya. Tidak sedikit bayi baru berumur dua bulan sudah diberi makanan pendamping karena ketidaktahuan ibu terhadap manfaat ASI. Berdasarkan riset yang sudah dibuktikan di seluruh dunia, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi hingga enam bulan, dan disempurnakan hingga umur dua tahun.
ASI, selain mengandung gizi yang cukup lengkap, mengandung imun untuk kekebalan tubuh bayi. Keunggulan lainnya, ASI disesuaikan dengan sistem pencernaan bayi sehingga zat gizi cepat terserap. Berbeda dengan susu formula atau makanan tambahan yang diberikan secara dini pada bayi. Susu formula sangat susah diserap usus bayi. Pada akhirnya, bayi sulit buang air besar. Apabila pembuatan susu formula tidak steril, bayi pun rawan diare. Kandungan gizinya pun tidak sama dengan kandungan gizi pada ASI.
Direktur Bina Gizi Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan (Depkes) Ina Hernawati menjelaskan, fenomena semacam itu akan berimbas buruk bagi kesehatan balita. Ia merujuk pada penelitian di Ghana, yang menunjukkan bahwa 16% kematian bayi baru lahir bisa dicegah bila bayi disusui pada hari pertama kelahiran. ''Angka harapan hidup bayi akan meningkat menjadi 22% jika bayi disusui pada 1 jam pertama setelah kelahiran,'' kata Ina di sela-sela kampanye pekan ASI eksklusif sedunia di Jakarta, kemarin.
The World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) memperkirakan 1 juta bayi dapat diselamatkan setiap tahunnya bila diberikan ASI pada 1 jam pertama kelahiran, kemudian dilanjutkan ASI eksklusif sampai dengan enam bulan. Ina menyebutkan, sejatinya kelompok masyarakat yang paling rentan terancam penyakit dan kekurangan gizi adalah ibu hamil, bayi, remaja, dan usia lanjut. Depkes mencatat, dari 10 ibu hamil di Indonesia, kira-kira ada empat ibu yang menderita anemia zat besi, dan dua ibu yang kekurangan gizi. Sementara itu, pada balita, dari 10 balita, sekitar dua sampai tiga balita menderita kekurangan gizi.
''Bila kekurangan gizi pada balita ini tidak segera diatasi, kondisi gizi buruk akan tercipta.'' Kultur sosial Pada kesempatan terpisah, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono berpendapat, faktor sosial budaya ditengarai menjadi faktor utama pada pemberian ASI eksklusif pada balita di Indonesia. Ketidaktahuan masyarakat, gencarnya promosi susu formula, dan kurangnya fasilitas tempat menyusui di tempat kerja dan publik menjadi kendala utama. ''Seharusnya tidak ada alasan lagi bagi seorang ibu untuk tidak menyusui bayinya,'' kata Meutia. Ia mengatakan faktor sosial budaya berupa dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif menjadi faktor kunci kesadaran sang ibu untuk memberikan gizi terbaik bagi bayinya.
''Dukungan suami terhadap ibu untuk menyusui harus ditingkatkan. Keluarga dan masyarakat juga harus memberikan arahan dan ruang bagi ibu menyusui,'' jelas Meutia. Pasalnya, minimnya dukungan keluarga dan suami membuat ibu sering kali tidak semangat memberikan ASI kepada bayinya. Tidak sedikit bayi baru berumur dua bulan sudah diberi makanan pendamping karena ketidaktahuan ibu terhadap manfaat ASI. Berdasarkan riset yang sudah dibuktikan di seluruh dunia, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi hingga enam bulan, dan disempurnakan hingga umur dua tahun.
ASI, selain mengandung gizi yang cukup lengkap, mengandung imun untuk kekebalan tubuh bayi. Keunggulan lainnya, ASI disesuaikan dengan sistem pencernaan bayi sehingga zat gizi cepat terserap. Berbeda dengan susu formula atau makanan tambahan yang diberikan secara dini pada bayi. Susu formula sangat susah diserap usus bayi. Pada akhirnya, bayi sulit buang air besar. Apabila pembuatan susu formula tidak steril, bayi pun rawan diare. Kandungan gizinya pun tidak sama dengan kandungan gizi pada ASI.
ASI Eksklusif untuk kebaikan bayi
Memberikan Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi ternyata memberikan keuntungan ganda tidak saja untuk Bayi tapi juga untuk si IBU..
ASI adalah makanan alamiah untuk bayi anda. ASI mengandung nutrisi-nutrisi dasar dan elemen,
dengan jumlah yang sesuai, untuk pertumbuhan bayi yang sehat.
Memberikan ASI kepada bayi anda bukan saja memberikan kebaikan bagi bayi tapi juga keuntungan untuk ibu.
Keuntungan untuk bayi:
• ASI adalah makanan alamiah yang disediakan untuk bayi anda. Dengan komposisi nutrisi yang sesuai untuk perkembangan bayi sehat.
• ASI mudah dicerna oleh bayi.
• Jarang menyebabkan konstipasi.
• Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat mudah diserap oleh bayi.
• ASI kaya akan antibody (zat kekebalan tubuh) yang membantu tubuh bayi untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya..
• ASI dapat mencegah karies karena mengandung mineral selenium.
• Dari suatu penelitian di Denmark menemukan bahwa bayi yang diberikan ASI samapi lebih dari 9 bulan akan menjadi dewasa yang lebih cerdas. Hal ini diduga karena Asi mengandung DHA/AA.
• Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai 4 bln akan menurunkan resiko sakit jantung bila mereka dewasa.
• ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bagian bawah, infeksi saluran kencing, dan juga menurunkan resiko kematian bayi mendadak.
• Memberikan ASI juga membina ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.
Keuntungan untuk ibu:
• Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti mengurangi resiko perdarahan.
• Memberikan ASI juga membantu memperkecil ukuran rahim ke ukuran sebelum hamil.
• Menyusui (ASI) membakar kalori sehingga membantu penurunan berat badan lebih cepat.
• Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada wanita menyusui sangat rendah.
Karena begitu besar manfaat dari ASI maka WHO dan UNICEF menganjurkan agar para ibu memberikan ASI EKSKLUSIF yaitu hanya memberikan ASI saja tanpa makanan pendamping hingga bayi berusia 6 bulan.
Begitu banyak keuntungan yang diberikan Air Susu Ibu baik untuk ibu maupun bayi. Berikanlah Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi anda sebagai hadiah terindah dalam menyambut kelahirannya.
ASI adalah makanan alamiah untuk bayi anda. ASI mengandung nutrisi-nutrisi dasar dan elemen,
dengan jumlah yang sesuai, untuk pertumbuhan bayi yang sehat.
Memberikan ASI kepada bayi anda bukan saja memberikan kebaikan bagi bayi tapi juga keuntungan untuk ibu.
Keuntungan untuk bayi:
• ASI adalah makanan alamiah yang disediakan untuk bayi anda. Dengan komposisi nutrisi yang sesuai untuk perkembangan bayi sehat.
• ASI mudah dicerna oleh bayi.
• Jarang menyebabkan konstipasi.
• Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat mudah diserap oleh bayi.
• ASI kaya akan antibody (zat kekebalan tubuh) yang membantu tubuh bayi untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya..
• ASI dapat mencegah karies karena mengandung mineral selenium.
• Dari suatu penelitian di Denmark menemukan bahwa bayi yang diberikan ASI samapi lebih dari 9 bulan akan menjadi dewasa yang lebih cerdas. Hal ini diduga karena Asi mengandung DHA/AA.
• Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai 4 bln akan menurunkan resiko sakit jantung bila mereka dewasa.
• ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bagian bawah, infeksi saluran kencing, dan juga menurunkan resiko kematian bayi mendadak.
• Memberikan ASI juga membina ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.
Keuntungan untuk ibu:
• Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti mengurangi resiko perdarahan.
• Memberikan ASI juga membantu memperkecil ukuran rahim ke ukuran sebelum hamil.
• Menyusui (ASI) membakar kalori sehingga membantu penurunan berat badan lebih cepat.
• Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada wanita menyusui sangat rendah.
Karena begitu besar manfaat dari ASI maka WHO dan UNICEF menganjurkan agar para ibu memberikan ASI EKSKLUSIF yaitu hanya memberikan ASI saja tanpa makanan pendamping hingga bayi berusia 6 bulan.
Begitu banyak keuntungan yang diberikan Air Susu Ibu baik untuk ibu maupun bayi. Berikanlah Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi anda sebagai hadiah terindah dalam menyambut kelahirannya.
Langganan:
Postingan (Atom)