Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Buah Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Buah Hati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2010

Tips Agar Anak Balita Mandiri


Anak belajar dengan menirukan kepribadian dan pola kehidupan dari orangtuanya. Apa yang dilakukan orangtua akan ditiru oleh anak. Jika orangtua sering minta tolong dan menyuruh pembantu dengan "se-enaknya" saja, jangan terlalu berharap anak dapat hidup mandiri. Hidup mandiri pada anak tentu dimulai dengan kedewasaan dan kemandirian orang tua. Karena tidak terasa kita sebagai orang tua tingkah laku kita tidak kalahnya seperti seorang anak balita, yang segala keinginan harus terbeli dan didapatkan, ego kita mengalahkan ego seorang bayi yang menggenggam dot atau mainannya, sehingga saat dipinjam akan teriak dan menangis tak henti-henti:

Berikut ini beberapa tips untuk mengajarkan agar anak hidup mandiri:

  • Latihlah anak balita dengan hal-hal sederhana sejak dini, misalnya, memasukkan mainan ke kotak mainan yang disediakan atau memasukkan baju kotor ke tempatnya.

  • Jadilah "raw model" kemandirian bagi anak. Jika orang tua mandiri , anak akan meniru orang tuanya. jika orang tuanya mengerjakan sendiri terhadap pekerjaannya, maka anak pun akan berusaha demikian.

  • Melatih anak tak bisa sekali jadi. Jangan putus asa, meski hasil pekerjaan anak tak langsung sempurna. diperlukan motivasi yang tinggi dan keistiqomahan dalam mengajarkan berbagai hal terhadap anak, termasuk kemandirian.

  • coba beri pengertian pada anak dengan komunikasi sederhana yang dimengertinya. Contoh: Jika anak terbiasa selalu merengek nangis jika ayah berangkat kerja karena ingin ikut coba ajak bicara dengan bahasa sederhana yang dimengertinya. Dan selalu pamit padanya walau dia menangis, jadi jangan pergi diam-diam tanpa sepengetahuan anak. proses menangisnya itu akan menjadikannya lebih matang dan mandiri dalam berpikir! bahkan ada artikel yang mengulas "Dengan Menangis Anakku Belajar"
  • Seiring dengan bertambahnya usia anak, beri tantangan tugas yang lebih rumit. Ini akan mencegah kebosanan sekaligus meningkatkan keragaman keterampilan anak.

  • Berikan instruksi kepada pembantu rumah tangga soal tugas-tugas yang harus dikerjakan sendiri oleh anak-anak.

  • Jika perbedaan usia anak-anak tak terlalu besar, biarkan mereka bernegosiasi dan bertukar tugas dengan saudara mereka.

  • Buat kesepakatan dengan anak soal tugas yang harus dilakukan sendiri dan tetapkan juga konsekuensi jika tidak dilakukan.

  • Jangan lupa memuji jika anak-anak mampu melakukan tugas-tugas di rumah secara mandiri.

Rabu, 16 Desember 2009

Tamengi pertahanan tubuh balita di Musim Hujan

musim hujan telah datang, bagi bunda perlu mempersiapkan diri untuk memperhatikan dan meningkatkan imunitas dan pertahanan tubuh bagi buah hati kita.

di Indonesia umumnya musim hujan disertai dengan berbagai penyakit musiman, seperti gatal-gatal, demam berdarah, diare dan flu.

oleh karena itu perlu bagi Ibu untuk mempersiapkan diri dengan menjaga buah hati/anak kita, salah satunya dengan memberikan madu.

dan bagi yang memiliki buah hati yang masih bayi. perhatikan dengan seksama kondisinya dan jaga selalu kondisinya agar tetap hangat dan tidak masuk angin.

bila perlu berikan mereka vitamin penambah nafsu makan sehingga kondisi bisa tetap stabil.

Selasa, 23 Juni 2009

Saat Buah Hati Caper (cari perhatian)

Pada saat balita Anda yang sudah menginjak usia 2 tahun, terkadang berperilaku seperti bayi lagi. Karena balita berharap dapat perhatian lebih banyak dari ibu
Beberapa kondisi membuat balita berperilaku seperti bayi (regresi). Namun yang paling umum terjadi adalah ketika balita memasuki dunia baru, ketika ia jadi kakak (baru punya adik), mengalami perubahan besar (pindah rumah) dan memperoleh kemajuan besar dalam tahapan perkembangan (seperti belajar bertoilet).

Masa penyesuaian
. Apa saja jenis regresi yang umum terjadi pada anak-anak usia 2 tahunan? Ia kembali bicara dengan bahasa bayi, merengek, tantrum (ekspresi marah yang mewujudkan rasa pembangkangan, keras kepala dan semaunya sendiri), mengompol dengan sengaja, meminta tidur di tempat bayi. Kemajuan besar dalam perkembangan anak diatas usia 2 tahun, seperti belajar bertoilet, berhenti menyusu pada ibu dan ketika punya adik adalah beberapa di antara pemicunya.
Untuk anak-anak sulung, biasanya mereka meniru perilaku adik untuk mendapatkan perhatian orang tua yang mereka kira dirampas si adik bayi. Ini adalah reaksi normal anak-anak usia 2 tahun menghadapi perubahan besar dalam hidup mereka.
Apabila penyebab regresi adalah karena ada perubahan besar dalam hidup anak, maka regresi adalah salah satu cara untuk menyampaikan kesulitan balita Anda menerima perubahan dan kebutuhannya akan rasa aman. Dengan bersikap seperti bayi, anak berharap Anda memberinya perhatian lebih banyak, termasuk pelukan dan belaian.

Hargai perasaan.
Untuk memahami apa yang dialami balita, Anda harus berempati. Beri empati pada si kakak yang berulah karena kehadiran adik bayi dengan memberi dukungan untuk bersikap seperti “anak besar”.
Ketika balita berhasil mengubah perilakunya, beri ia pujian dan senantiasa dukung dia agar berperilaku sebagai kakak yang pandai atau anak besar.
Agar ia mendapatkan cukup atensi meski ada adik, Anda dan pasangan perlu menyisihkan waktu khusus bersamanya. Jadikan ini sebagai kesempatan bagi Anda memenuhi kebutuhannya akan waktu dan perhatian dan yang utama, jangan pernah membanding kakak dengan adik bayi.
Bagi anak-anak yang regeresi karena cemas, hargai perasaannya dan rangkul dia. Biarkan balita melepas kecemasan sambil beri pemahaman padanya, dalam hidup akan selalu ada perubahan. Beri contoh betapa dirinya semakin hari semakin besar dan pintar. Agar ia punya ketrampilan menghadapi berbagai perubahan dalam hidup, beri beragam pilihan kegiatan padanya.

Jumat, 19 Juni 2009

Tiga Bulan Pertama Bersama Sang Buah Hati (bag.2)

Bermain dengan Si kecil
  1. ajak bayi anda bermain karena dapat merangsang indera bayi (penglihatan, pendengaran, sentuhan serta perkembangan motoriknya) untuk meningkatkan intelektual sang baby.
  2. keselamatan bayi adalah prioritas utama dalam memilih mainan. Pilih mainan yang tidak mudah tertelan, dan tidak melukai bayi.
  3. berikan mainan yang ringan dan gampang di pegang. Jangan berkan mainan yang runcing atau tajam.
  4. terbuat dari bahan non-toxic
Bepergian dengan Buah Hati
  1. Bawa semua kebutuhan bayi yang diperlukan dalam jumlah yang cukup.
  2. jangan berpergian saat bayi baru di-imunisasi, terutama untuk imunisasi yang menimbulkan demam (DPT dan Campak).
  3. pilih Kendaraan yang nyaman dan aman bagi bayi ( jangan memaksakan diri untuk keluar kota dengan kendaraan roda dua), jika lebih aman dan nyaman bagi si kecil untuk naik bus, maka itu lebih baik.
  4. Pakaikan baju sesuai cuaca dan bawa penutup tubuh ekstra (selimut bayi) untuk menghadapi perubahan cuaca dan untuk menjaga bayi tetap hangat.
Selain dua hal diatas ada beberapa point yang perlu diperhatikan dalam merawat bayi diantaranya yaitu
  • rutinkan untuk memotong kuku bayi, agar tidak melukainya saat ia mengusap-ngusap wajahnya dengan jemari-jemari lucunya.
  • hati-hati dalam memandikan bayi, jika anda tidak yakin dalam melakukan hal ini lebih baik hanya menyeka saja.
  • gunakan body lotion agar kulitnya tetap lembab dan minyak telon agar tetap hangat.
  • hati-hati dalam menggunakan bedak, terutama di bagian lipatan paha karena dapat menyebabkan biang keringat. (saran saya lebih baik jangan membedaki bagian lipatan paha bayi/ terutama yang dekat dengan kemaluannya).
  • hindari kontak dengan buah hati anda jika daam keadaaan sakit, jika anda flu lebih baik menggunakan masker saat mendekatinya.
  • cucilah tangan terlebih dahulu sebelum pegang sang bayi, jika anda telah keluar dari rumah.
  • panaskan bayi anda pada pagi hari, karena sinar matahari pagi tersebut dapat memecahkan bilirubin pada bayi, sehingga menghindari anak anda dari penyakit "kuning", serta mendapatkan vitamin D. Tetapi perlu diperhatikan jangan memanaskan bayi jika matahari telah lebih dari pukul 09.00 pagi dan jangan menghadapkan mata bayi anda ke sinar matahari. jika memang harus menghadap matahari, maka tutuplah mata bayi anda.

Kamis, 18 Juni 2009

ASI : Makanan Terbaik untukBayi


-----------------------
  1. Berikan ASI kapan saja bayi menginginkannya. Hndarkan untuk memberikan ASi dengan botol susu, agar bayi tidak "bingung puting"
  2. Dekapan Bunda saat menyusui memunculkan rasa aman, nyaman serta tentram pada bayi. Perasaan ini menjadi dasar perkembangan emosi positif bayi.
  3. ASI mampu mempersiapkan bayi untuk pola makan berikutnya setelah usia sang buah hati mencapai 6 bulan.
  4. Indikator bahwa Si kecil sukup dalam mendapatkan ASI yaitu dengan menghitung frekuensinya dalam buang air kecil, setidaknya paling sedikit bayi harus 6 kali atau lebih buang air kecil dalam satu hari atau total air seni yang dikeluarkan 500g/bulan
  5. Bayi yang sehat akan terbangun segera jika ia lapar. Sering kali ibu dapat merasakannya dengan payudara ibu yang mengencang dan mulut bayi yang terbuka lebar saat puting bunda ditempelkan pada mulut atau pipinya.
  6. Sangga leher kepala bayi saat menggendong atau mnyendawakannya.
  7. Posisi menyusu Si kecil yang benar sangat menentukan keberhasilan menyusui tersebut.
  8. Konsultasikan kepada dokter atau klinik laktasi jika anda kesulitan menyusui buah hati anda atau ASI anda belum atau tidak keluar.

Rabu, 17 Juni 2009

3 Bulan Pertama Bersama Buah Hati

Tiga Bulan Pertama
bersama Sang Buah Hati (bag.1)

Kedatangan Buah hati yang telah ditunggu-tunggu oleh sang Ayah dan Bunda, tentu akan membawa semakin semarak dan harmonisnya rumah tangga. Hari pertama membawa pulang si Kecil ini tentu menjadi hari yang menyenangkan dan menegangkan, terutama untuk putra pertama. perlu kiranya untuk menanamkan rasa percaya diri yang mendalam agar bayi tetap nyaman dalam dekapan Ayah/Bunda. tak perlu ragu dalam menggendong si kecil, yakinkan diri anda dan tetap berhati-hati. Berikut ini tips dalam tata cara menggendong bayi:
langkah awal adalah pegang daerah tengkuk/leher putra-putri anda, karena bayi masih belum mampu untuk menopang kepalanya sendiri.
Kemudian ambil/angkat bagian pinggang belakang-pantat bayi anda. setelah bayi terangkat perlahan lahan pindahkan bagian leher bagi anda dilipatan siku anda dan dekapkan bayi anda secara lembut karena bayi merasa tenag saat mendengarkan irama denyut jantung Bundanya. Itulah mengapa bayi yang di gendong dengan kepalanya berada di sebelah kiri lebih nyenyak tidurnya dibanding saat dia menghadap sebelah kanan.

Tidur Bayi
  1. bayi yang baru lahir akan tidur lebih banyak dibanding orang dewasa ( 10,5 - 18,5 jam /hari)
  2. Bayi mengalami masa adaptasi dengan lingkungannya yang mengkibatkan jam tidurnya tidak menentu. Hal ini yang menybabkan bayi sering terjaga di malam hari dan terkadang terlelap di siang hari.
  3. Perlu bagi Ayah - Bunda untuk memperkenalkan rutinitas sebelum tidur, sehingga sang bayi dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya. contohnya dengan meredupkan lampu sebelum tidur; hal ini akan mengjarkan bayi tentang malam (gelap) dengan siang (terang).



PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK 1-3 thn



PERKEMBANGAN KOGNITIF
ANAK 3 TAHUN PERTAMA

1. Perkembangan Kognitif Anak Usia 1 – 2 Tahun (12 – 24 bulan)

Sewaktu lahir, berat otak anak sekitar 27% berat otak orang dewasa. Pada usia 2 tahun, berat otak anak sudah mencapai 90% dari berat otak orang dewasa (sekitar 1200 gram). Hal ini menunjukkan bahwa pada usia ini, masa perkembangan otak sangat pesat. Pertumbuhan ini memberikan implikasi terhadap kecerdasan anak.

Pada usia 1 – 2 tahun, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Pada usia ini, anak mengembangkan rasa keingintahuannya melalui beberapa hal berikut ini :

1. Belajar melalui pengamatan/ mengamati. Mulai usia 13 bulan, anak sudah mulai mengamati hal-hal di sekitarnya. Banyak “keajaiban” di sekitarnya mendorong rasa ingin tahu anak. Anak kemudian melakukan hal-hal yang sering dianggap bermain, padahal anak sedang mencari tahu apa yang akan terjadi kemudian setelah anak melakukan suatu hal sebagai pemuas rasa ingin tahunya. Pada usia 19 bulan, anak sudah dapat mengamati lingkungannya lebih detail dan menyadari hal-hal yang tidak semestinya terjadi berdasarkan pengalamannya.
2. Meniru orang tua. Anak belajar dari lingkungan sekitarnya. Sekitar usia 17 bulan, anak sudah mulai mengembangkan kemampuan mengamati menjadi meniru. Hal yang ditirunya adalah hal-hal yang umumnya dilakukan orangtua. Pada usia 19 bulan, anak sudah banyak dapat meniru perilaku orangtua.
3. Belajar konsentrasi. Pada usia 14 bulan, anak sudah mengarahkan daya pikirnya terhadap suatu benda. Hal ini dapat dilihat pada ketekunan anak dengan satu mainan atau satu situasi. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi tergantung pada keadaan atau daya tarik berbagai hal yang ada di sekelilingnya. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi pada usia ini adalah sekitar 10 menit.
4. Mengenal anggota badan. Pada usia sekitar 15 bulan, anak sudah dapat diajarkan untuk mengucapkan kata-kata. Anak-anak akan merasa sangat senang jika orangtua mengajarkan kata-kata yang bernamakan anggota tubuhnya sambil menunjukkan anggota tubuhnya.
5. Memahami bentuk, kedalaman, ruang dan waktu. Pada tahun kedua, anak sudah memiliki kemampuan untuk memahami berbagai hal. Melalui pengamatannya, anak menemukan adanya bentuk, tinggi atau rendah benda (kedalaman) dan membedakan kesempatan berdasarkan tempat (ruang ) dan waktu. Pemahaman ini mulai tampak pada usia 18 – 24 bulan.
6. Mulai mampu berimajinasi. Kemampuan berimajinasi atau membentuk citra abstrak berkembang mulai usia 18 bulan. Anak sudah mulai menampakkan kemampuan untuk memikirkan benda yang tidak dilihatnya.
7. Mampu berpikir antisipatif. Kemampuan ini mulai tampak pada anak usia 21 – 23 bulan. Anak tidak sekedar mengimajinasikan benda yang tidak ada di hadapannya, lebih jauh lagi dia mulai dapat mengantisipasi dampak yang akan terjadi pada hal yang dilakukannya.
8. Memahami kalimat yang terdiri dari beberapa kata. Pada usia 12 – 17 bulan, anak sudah dapat memahami kalimat yang terdiri atas rangkaian beberapa kata. Selain itu, anak juga sudah dapat mengembangkan komunikasi dengan menggunakan gerakan tubuh, tangisan dan mimik wajah. Pada usia 13 bulan, anak sudah mulai dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti “mama” atau “papa”. Pada usia 17 bulan, umumnya anak sudah dapat mengucapkan kata ganti diri dan merangkainya dengan beberapa kata sederhana dan mengutarakan pesan-pesan seperti: “ Adik mau susu.”
9. Cepat menangkap kata-kata baru. Pada usia 18 – 23 bulan, anak mengalami perkembangan yang pesat dalam mengucapkan kata-kata. Perbendaharaan kata anak-anak pada usia ini mencapai 50 kata. Selain itu, anak sudah mulai sadar bahwa setiap benda memiliki nama sehingga hal ini mendorongnya untuk melancarkan kemampuan bahasanya dan belajar kata-kata baru lebih cepat.

2. Perkembangan Kognitif Anak Usia 2 – 3 Tahun (24 – 36 Bulan)

Kemampuan kognitif anak usia 2 – 3 tahun semakin kompleks. Perkembangan anak usia 2 – 3 tahun ditandai dengan beberapa tahap kemampuan yang dapat dicapai anak, yaitu sebagai berikut :

1. Berpikir simbolik. Anak usia 2 tahunan memiliki kemampuan untuk menggunakan simbol berupa kata-kata, gambaran mental atau aksi yang mewakili sesuatu. Salah satu bentuk lain dari berpikir simbolik adalah fantasi, sesuatu yang dapat digunakan anak ketika bermain. Mendekati usia ketiga, kemampuan anak semakin kompleks, dimana anak sudah mulai menggunakan obyek subtitusi dari benda sesungguhnya. Misalnya anak menyusun bantal- bantal sehingga menyerupai mobil dan dianggapnya sebagai mobil balap.
2. Mengelompokkan, mengurut dan menghitung. Pada tahun ketiganya, anak sudah dapat mengelompokkan mainannya berdasarkan bentuk, misalnya membedakan kelompok mainan mobil-mobilan dengan boneka binatang. Selain mengelompokkan, anak juga mampu menyusun balok sesuai urutan besarnya dan mengetahui perbedaan antara satu dengan beberapa (kemampuan menghitung).
3. Meningkatnya kemampuan mengingat. Kemampuan mengingat anak akan meningkat pada usia 8 bulan hingga 3 tahun. Sekitar usia 2 tahun, anak dapat mengingat kembali kejadian-kejadian menyenangkan yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. Mereka juga dapat memahami dan mengingat dua perintah sederhana yang disampaikan bersama-sama. Memasuki usia 2,5 hingga 3 tahun, anak mampu menyebutkan kembali kata-kata yang terdapat pada satu atau dua lagu pengantar tidur.
4. Berkembangnya pemahaman konsep. Ketika mencapai usia 18 bulan, anak memahami waktu untuk pertama kalinya yaitu pemahaman “sebelum” dan “sesudah”. Selanjutnya pemahaman “hari ini”. Pada usia 2,5 tahun, anak mulai memahami pengertian “besok”, disusul dengan “kemarin” dan pengertian hari-hari selama seminggu di usia 3 tahun.
5. Puncak perkembangan bicara dan bahasa. Pada usia sekitar 36 bulan, perbendaharaan kata anak dapat mencapai 1000 kata dengan 80% kata-kata tersebut dapat dipahaminya. Pada usia ini biasanya anak mulai banyak berbicara mengenai orang-orang di sekelilingnya, terutama ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya.
Referensi :
1. Bee, Helen. 1994. Lifespan Development. HarperCollins College Publisher, New York.
2. Craig, Grace J. 1986. Human Development. University of Massachusetts. Prentice-Hall Englewood Cliffs, New Jersey.
3. Hurlock, E.B. 1978. Child Development. Sixth Edition. McGraw-Hill. Inc. New York.
4. Hurlock, Elizabeth B. 1982. Developmental Psychology : A life-span approach. McGraw-Hill, Inc. Philippine.
5. Papalia, DE, SW Olds & RD Feldman. 2002. A Child’s World: Infancy through Adolescence (9th Edition). USA: McGraw-Hill Company.
6. Papalia, Diane E. & Olds, Sally Wendkos. 1989. Human Development. McGraw-Hill Book Company.
7. Riley, Stanley. 1992. Riley Inventory of Basic Learning Skills (RIBLS). Academic Therapy Publications, Inc. Novato – California
8. Santrock, J.W. 1997. Life Span Development. Brown Benchmark Publisher, Madison.
9. Seifert, K.L. & Hoffnung, R.J. 1987. Child and Adolescent Development. Boston : Houghton Mifflin Co.
10. Turner, Jeffrey S. & Helms, Donald. 1991. Life Span Development. Holt, Rinehart and Winston, Inc. The Dryden Press.
11. Vasta, R., Haith, M M., & Miller, SA. 1992. Child Psychologi : The Modern Science. New York : John Wiley & Sons. Inc.