Sabtu, 04 Juli 2009

Pertumbuhan Si Kecil di Bulan Kedua



Bayi Ibu mengenali Ibunya

Ibu adalah orang yang paling dikenal oleh bayi Ibu. Lakukan saling berpIbungan muka dengannya, sesering mungkin. Dalam pelukan Ibu, ia merasa nyaman hingga jika diangkat orang lain ia kan menagis. Biasanya ia akan menggerakkan tangannya jika dia senang dan merasa tenang dengan menghisap jemari jari.


Memberi ASI Pada Bayi


Masalah pemberian ASI sering muncul pada bayi dan kolik cenderung menjadi salah satu masalah yang sering muncul – terjadi pada 1 dari 4 bayi kecil. Namun bayi yang mengalami kolik tidak akan mempunyai masalah lanjutan setelah kolik itu berhenti. Ibu mungkin resah mendengarkan tangisan yang berlangsung lama sekali setiap harinya. tapi ibu harus tetap tenang dalam menanganinya.

Bayi Ibu Belajar Mengangkat Kepala


Bayi Ibu yang kini berusia usia 2 bulan otot-otot tubuhnya terus menguat dan keterampilannya makin meningkat. Ia akan mulai mampu mengontrol gerakan otot-otot tubuhnya seperti mengangkat kepalanya dan menopang lehernya selama beberapa saat ketika dia dalam posisi tengkurap.

Berkomunikasi

Meskipun bayi usia 2 bulan Ibu belum bisa berbicara dengan menggunakan kata-kata, dia punya cara berkomunikasi. Di usia ini ia mulai mengeluarkan suara dari mulut kecilnya. Suara Ibu mungkin jadi suara favoritnya. Saat ia mendengar suara Ibu , maka dia akan merespons secara naluriah dengan membuat jawaban suara.
Ibu juga akan melihat bayi Ibu tersenyum manis pada Ibu. Bukan lagi senyum refleks pada saat tidur, tapi senyum yang memancing respon Ibu untuk membuatnya tersenyum lebih lebar.

Menemukan Tangannya

Saat refleks genggamnya berkurang, bayi Ibu akan mulai menganggap tangannya sebagai mainan barunya (serta mulutnya) untuk mengeksplorasi semua benda yang disentuhnya. Karena itu hindarkan benda-benda berbahaya dari si kecil.

Tahukah Ibu?

Fisik bayi Ibu berkembang dari kepala hingga ujung kaki. Dimulai dengan menguatnya otot lehernya untuk menopang kepala, lalu bahu, dada, punggung bagian bawah sampai otot kaki yang membuat si kecil mampu melangkahkan kaki mungilnya. oleh karena itu jangan terlalu memaksakan diri untuk mendudukkan bayi atau menggendong berdiri, jika si kecil belum kuat menopang kepalanya sendiri.

Perkembangan Bayi Satu Bulan

Perubahan Dari Lahir Sampai Bayi


Semakin bertambah usia, bayi Ibu makin beda penampilannya dibanding ketika baru baru lahir, meski kakinya mungkin masih agak bengkok. Dia mulai mampu mengangkat kepalanya sedikit saat tengkurap. Tangannya masih tetap terkepal dan jemarinya akan otomatis menggenggam erat apa pun yang disentuhnya.


Meski periode pacu pertumbuhan otak (brain growth spurt) anak dimulai sejak usia 3 bulan dalam rahim ibu, namun setelah lahir, aktivitas berpikir ini merupakan proses sosial. Jadi anak belajar berpikir bersama orang-orang di sekitarnya. oleh karena itu stimulus untuk perkembangan otak diberikan semenjak dalam kandungan sejak 3 bulan pertama.

Bayi memiliki gerak refleks. Dengan bertambahnya usianya dan perkembangan motorik fisik dan emosi-sosialnya, refleks perlahan digantikan gerak yang semakin kompleks dari hari ke hari. Ia tahu bahwa ia melakukan sesuatu untuk tujuan tertentu seperti menendang-nendang karena lapar.


Memberi Susu Bayi Ibu

Makin bertambah usia, pertumbuhan bayi makin meningkat dan ia akan lebih mudah lapar sehingga Jadwal pemberian ASI harus disesuaikan. Tingkatkan frekuensi pemberian susu sesuai kebutuhannya. Jangan khawatir, karena pola menyusu awal akan kembali normal setelah beberapa hari.
Jangan lupa, frekuensi menyusu yang meningkat harus Ibu imbangi dengan makan makanan bergizi agar produksi ASI cukup dan bergizi.

Berkomunikasi

Menangis tetap merupakan bentuk komunikasi utama, meski dia juga menggunakan suara menggumam, mendengkur dan mendengung atau gerakan tertentu. Jawab tangisan bayi dengan segera, dan ia akan belajar bahwa Ibu memberinya kenyamanan
Berikut beberapa tangisan sebagai bentuk komunikasi yang bisa Ibu kenali:


- Lapar. Perut bayi baru lahir memang tidak bisa diisi terlalu banyak. Tidak heran kalau ia cepat sekali lapar. Lengkingan tangisnya adalah satu-satunya cara untuk memberitahu “seluruh dunia” kalau perutnya sudah kosong (hampir 2 jam sekali, si kecil akan melancarkan panggilan darurat ini).

Tahukah Ibu?

Saat bayi Ibu tersenyum dan matanya terlihat cerah, dia ingin menunjukkan bahwa dia bahagia. Ibu bisa mencoba membuatnya tersenyum dengan mendekapnya, menggelitik dan bermain dengannya.

- Saat hidungnya tersumbah karena flu, perut kembung atau kolik serta demam biasanya si kecil akan menangis. Jika wajahnya juga agak pucat, coba periksa suhu tubuhnya. Kalau temperatur tubuhnya tinggi, segera periksakan ke dokter.

- Popok basah/kotor. Ada bayi yang tidak betah jika popoknya basah atau kotor terkena tinja Ia akan langsung menangis karena minta segera ganti dengan popok yang bersih.

- Gampang kaget . Bisa jadi, bayi Ibu kelihatan selalu tegang dan tidak bisa tenang pada minggu-minggu pertamanya. Makanya, ia langsung menangis begitu kaget karena suara yang sedikit gaduh, diubah posisi tidur, atau diangkat secara mendadak dari boks. Bosan. Bayi Ibu bisa tiba-tiba menangis hanya karena merasa bosan. Timang-timang atau gendonglah untuk meredam tangisnya. Gerakan menendang juga bias jadi sinyal bahwa ia bosan.

Penglihatan


Sekitar usia 1 bulan, sistem penglihatan bayi sudah mulai berkembang. Ia mulai berinteraksi dengan lingkungannya seperti mulai menatap wajah ibu dan mulai membesarkan matanya. Beri rangsangan dengan mainan yang berbunyi di dekat mata bayi. Gerakan bergantian dari kiri ke kanan, atas ke bawah, jauh dekat atau sebaliknya.


Tetaplah di Sampingnya agar Ikatan Batin dengan Bayi Ibu Terbentuk


Bayi Ibu senang bisa dekat dengan Ibu. Gerakkan tangan dan kakinya secara perlahan sambil dipijat dengan lembut seperti pada minggu-minggu pertamanya. Dekap erat selama menyusui sambil diajak bicara atau diayun-ayun perlahan membuatnya merasa dicintai dan membantu memperkuat ikatan emosional Ibu berdua.

Merawat Bayi Di Minggu Pertama

Minggu Pertama

Setelah selama 9 bulan berada dalam rahim Ibu yang hangat dan nyaman, tidak mengherankan jika minggu pertama si bayi akan dihabiskan untuk membiasakan diri dengan dunia baru yang menakjubkan di sekitarnya. Upaya penyesuaian diri ini bisa membuat Ibu sibuk di minggu-minggu pertama. Karena, seperti halnya si kecil, tahap ini menjadi masa perkenalan Ibu dengannya.

Memberi Susu Bayi Ibu

Bayi baru lahir Ibu akan mendapatkan kebutuhan gizinya dari susu yang Ibu berikan berupa ASI
Rencanakan pemberian ASI yang akan Ibu pilih untuk si Kecil, agar kebutuhan gizinya terpenuhi.

Gerakan Refleks Alami

Ketika lahir bayi Bunda dilengkapi gerakan refleks alami . Gerak refleks ini menjadi cara untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di awal kehidupannya. Bunda, bisa merasakannya saat bayi Bunda mencoba menggenggam jari Bunda saat menyentuh telapak tangannya. Secara insting ia juga akan menoleh kearah sentuhan di pipinya. Atau seperti saat Bunda menaruh sesuatu kemulutnya, maka ia langsung mencoba menghisapnya.

Berkomunikasi
Bayi akan berkomunikasi dengan Ibu lewat tangisan. Tangisan adalah salah satu refleks alami bayi sebagai cara berkomunikasi si kecil yang paling efektif, karena dengan itu ia segera mendapat respons yang akan memberinya rasa aman dan nyaman. Dalam minggu-minggu pertama, tangisan bayi bisa jadi merupakan protes atau panggilan darurat. Ibu pun akan segera belajar mengetahui mengapa bayi Ibu menangis dan Ibu makin pintar mengatasinya

Tahukah Ibu?
Perut bayi Ibu seukuran mangkuk telur rebus. Jadi, jangan heran bila dia perlu menyusu sedikit tapi sering terutama pada minggu-minggu pertama kehidupannya.

Dengan frekuensi menyusu yang tinggi, Ibu perlu ’membekali’ tubuh Ibu dengan makanan dan minuman bergizi untuk mengganti energi dan cairan tubuh yang berkurang selama menyusui. frekwensi bayi lapar kurang lebihnya 2 jam sekali, tetapi umumnya bayi cenderung meminta susu kurang dari 2 jam. Lebih baik susu diberikan sedikit-sedikit tapi sering untuk menghindari "gumoh".

Penglihatan
Ketika si kecil membuka matanya untuk pertama kali, semua yang ada di sekelilingnya masih tampak samar dan kabur. Wajah Ibu pun baru tampak jelas baginya bila berjarak ketika berjarak 20 - 25 cm dari matanya . Sistem penglihatan bayi baru lahir Ibu belum mampu memusatkan kedua matanya pada satu objek. Kedua matanya akan mampu bekerja selaras dalam memusatkan penglihatan terhadap sebuah obyek setelah dia berusia 3-6 bulan.


Setelah mencapai usia 8 bulan, si kecil akan mampu melihat “dunia baru” di sekitarnya dalam persepsi 3 dimensi, seperti Ibu.

Memijat Bayi Baru Lahir Ibu
Pijat adalah cara terbaik untuk membantu agar bayi Ibu rileks. Pijat juga mengembangkan ikatan emosional yang kuat antara Ibu berdua.

Walau Ibu tidak pandai memijat, gerakan lembut yang Ibu berikan akan membuat bayi nyaman bahkan tertidur. Tapi Ibu juga bisa tahu jika dia tidak nyaman. Gunakan hanya minyak organik murni yang aman dan lembut di kulit bayi dan tidak berbahaya bila termakan bayi.

Jumat, 03 Juli 2009

Belajar dan Bermain bersama Bayi


Bermain sesungguhnya merupakan proses belajar buat bayi. Otak bayi yang sedang berkembang memerlukan rangsangan dan stimulus dari lingkungan sekitarnya. Sehingga otak bayi akan merekam ingatan-ingatan tadi menjadi informasi yang akan membentuk pemahaman baru baginya.

Tentu saja rangsangan dan stimulus ini haruslah merupakan pengalaman yang menyenangkan. Dengan begitu ayah dan bunda bisa mengajari bayi agar dapat menjelajah dan mengamati dunia yang tampak baru bagi bayi.

Dengan bermain permainan-permainan yang sederhana dengan bayi, seperti berdansa bersama, berguling bersama bola, bahkan bercermin, menjadikan pengalaman bermain juga sekaligus sebagai waktu untuk mendekatkan oleh orang tua kepada bayinya (bonding).

Tentu saja kita sebagai orang tua harus tahu batas dan kemampuan bayi. Karena stimulus yang terus menerus akan menjadikan bayi bosan dan menangis. Orang tua harus peka akan tanda-tanda kebosanan bayi. Jangan samakan tingkat konsentrasi bayi dengan orang dewasa. berikan stimulas yang tidak terlalu lama tetapi tetap diulang-ulang dalam seminggu. contoh 10 menit dalam satu hari tetapi continue selama seminggu.

Jangan juga menjejali bayi dengan berbagai permainan seperti brain games, brain toys, smart play dan lain-lain untuk “mengejar” masa emasnya. Memang masa emas ini adalah waktu yang baik untuk memberikan stimulus dan nutrisi yang akan merangsang pertumbuhan otaknya. Tapi sadarilah bahwa proses belajar itu juga berlangsung seumur hidup anak. Bermainlah dengan buah hati sesuai tahapan perkembangan umurnya. Tidak usah terburu-buru!

Intinya adalah multiple intelligence! Bermainlah dengan bayi kita dalam semua aspek kecerdasan. Bukan hanya kecerdasan kognitif saja seperti berhitung dan berpikir, tapi orang tua dalam bermain juga harus memperhatikan keterampilan bersosialisasi, motorik kasar dan lainnya.

Untuk itu orang tua harus rajin-rajin mencari referensi tentang permainan yang bisa meliputi banyak kecerdasan ini. “Be a playful parent”, bermainlah bersama anak, libatkanlah diri Anda dalam dunia bayi yang penuh dengan pengamatan dan penjelajahan. Kreatiflah dalam mencari permainan yang cocok buat anak Anda. Selamat bermain!

10 TIPS DALAM MEMAKSIMALKAN OTAK ANAK

Dr Eddy Supriyadi SpA, dari RS Sardjito Yogyakarta, menjelaskan bahwa ada dua komponen dasar dalam perkembangan otak anak, yaitu lingkungan yang aman dan pengalaman positif. Saat seorang bayi merasa tertekan, otak akan merespon dengan menghasilkan zat kortisol. Kadar kortisol yang tinggi akan memperlambat perkembangan otak. Lingkungan aman dan nyaman diperlukan bayi untuk membantu perkembangan otaknya. Beri respon saat bayi menangis maupun mengoceh.

Pengalaman yang diterima setiap hari akan membantu pertumbuhan otak anak. Aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengajak anak ke pasar atau ke toko buku, menurut dokter anak lulusan UGM ini, sangat penting untuk pembentukan jaringan perkembangan sel otak.

Dr Eddy memberikan 10 tips bagi orangtua untuk membangun dasar perkembangan otak pada anak:

1. Berikan perawatan dan kasih sayang yang kuat selama masa kehamilan. Berkomunikasilah dengan kandungan anda, serta berila rangsangan dengan baca Al-Qur'an atau mendengar musik klasik.

2. Beri nutrisi yang cukup. Enam bulan pertama setelah bayi lahir, berikan ASI eksklusif, agar pertumbuhan otaknya maksimal.

3. Berikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

4. Berbicaralah kepada bayi. Buat kontak mata saat berbicara dengan anak. Jangan lupa selalu tersenyum kepada anak. Senyuman yang diberikan terus menerus saat berbicara dengan bayi akan menjadikannya anak yang santun dan penuh keceriaan.

5. Bila harus menitipkan anak, carilah tempat penitipan yang bermutu tinggi.

6. Kenalkan aneka ragam musik pada anak, dan bernyanyilah bersama.

7. Beri interaksi yang nyata dengan anak demi perkembangan otaknya. Jangan biarkan anak menonton televisi terlalu lama. Batasi waktunya, karena televisi dapat mengurangi daya ingat si Kecil

8. Beri ruang bagi anak untuk dapat berinteraksi dengan teman sebaya.

9. Manajemen Stress untuk orang tua. Orangtua yang mengalami stres cenderung mengalihkan stres kepada anaknya. Bila Anda merasa stres, cobalah bercerita kepada orang yang dekat dengan Anda.

10. Ingat, otak tidak akan pernah berhenti berkembang. Jadi, beri stimulasi sebanyak-banyaknya secara terus-menerus.

Obat - obat yang Berbahaya untuk Anak-anak

Bunda, Bayi mempunyai liver(hati) yang masih lemah dan perlu adaptasi, oleh karena itu bayi sangat riskan untuk keracunan serta memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Akan tetapi Clusstrum dari ASI bundalah sebuah imunisasi "natural". Akan tetapi dikarenakan beberapa hal terkadang kita terpaksa tidak bisa memberikan ASI kepada sang Bayi dan mengakibatkan si kecil mudah sakit! Atau karena adaptasi yang kurang bagus dari Si Baby yang mengakibatkan dia terkena sakit.

Dan Jika Hal ini terjadi (bayi anda sakit), maka berhati-hatilah dalam memberikan obat. Sebisa mungkin Bunda untuk tidak memerikannya obat, karena pada dasarnya obat itu adalah racun. cobalah dengan cara memberikan madu, atau cara natural lainnya.

Akan tetapi jika memang terpaksa bunda memberikan obat, maka perlu dicatat bunda beberapa daftar obat yang berbahaya untuk bayi seperti berikut ini :

Aspirin

Jangan pernah memberikan obat yang mengandung aspirin bagi bayi anda. Aspirin dapat menjadikan bayi anda rawan terhadap serangan penyakit Reye’s Syndrome. Jangan pernah berpikir bahwa obat-obatan untuk anak yang anda beli ditoko-toko obat sudah bebas aspirin.bacalah labelnya terlebih dahulu untuk memastikan.

Obat Anti Mual

Jangan memberikan bayi anda obat anti mual kecuali jika dokter anak anda yang merekomendasikannya. Sistem tubuh anak tidak akan tahan dengan obat-obatan semacam ini.

Obat Untuk Orang Dewasa

Jangan memberi bayi anda obat-obatan yang biasanya diperuntukkan bagi orang dewasa, bila hal ini dilakukan akan mengakibatkan hal yang berbahaya. Bila obat tersebut, misalnya sama sekali tidak memberikan dosis khusus buat anak-anak, jangan berikan obat ini untuk bayi anda.

Obat Untuk Bayi Lain

Obat yang diresepkan untuk bayi lain akan tidak efektif dan bisa berbahaya bila diberikan kepada bayi anda. Berilah bayi anda obat yang memang telah diresepkan khusus untuknya.

Obat Kadaluarsa

Segera musnahkan obat-obat yang telah kadaluarsa. Obat-obatan yang telah kadaluarsa tidak akan efektif bila digunakan malah tidak menutup kemungkinan akan berbahaya. Jangan juga membuang obat itu kedalam toilet anda karena hal tersebut bisa meracuni air tanah yang pada akhirnya dapat mengganggu anda khususnya meracuni air tanah yang anda konsumsi.

Ekstra Acitaminofen

Banyak obat pilek dan batuk yang mengandung acetaminofen dengan maksud meringankan demam dan rasa nyeri. Anda harus hati-hati dalam hal ini karena dosisnya yang berlebih dapat berdampak tidak baik bagi perkembangan bayi anda. Bila anda ragu dengan komposisi obat yang akan anda gunakan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan apoteker atau dokter anak anda.

Ibuprofen

Bila bayi anda mengalami dehidrasi dan muntah-muntah terus menerus,j angan memberikan obat yang mengandung ini sebab obat ini bisa mengiritasi perut.

Kemasan Tablet

Untuk bayi dibawah usia 3 tahun, sebaiknya hindari untuk memberikan obat dalam kemasan tablet. Obat dalam kemasan tablet memiliki potensi untuk membuat bayi anda tersedak.

Hati-hati Virus Singapura Menyerang Anak-anak

Alam kini tak lagi bersahabat dengan anak-anak. Dilaporkan telah berjangkit suatu penyakit khusus yang menyerang anak usia sekolah. Memang belum membawa kematian, tapi penyakit yang disebabkan oleh virus Enterovirus 71 ini cukup mengkhawatirkan. Dikenal juga dengan nama Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) penyakit ini disinyalir berasal dari Singapura.

Di Indonesia sendiri virus Singapura telah berjangkit di beberapa daerah, antara lain di Solo di mana 130 warganya terinfeksi dan sebagian besar adalah pelajar Taman Kanak Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Sementara di Jakarta penyakit menular tersebut sudah berjangkit di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Bekasi. Namun Wakil Gubernur dan Walikota Jakarta Selatan membantah keras adanya virus Singapura di wilayahnya walau kenyataannya memang telah ada beberapa anak di Rumah Sakit Pasar Rebo yang dirawat akibat virus yang berasal dari negara tetangga tersebut.

Virus Singapura memang bukan penyakit berbahaya karena sejauh ini belum ada korban jiwa. Dari kasus yang ada, penderitanya dapat kembali sehat seperti semula setelah menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit. Tapi karena virus ini begitu mudah menular di kalangan anak-anak, tentu saja mudah memancing kepanikan orang tua. Proses belajar di sekolah otomatis juga terganggu.

Asal tahu saja, virus ini mudah menular hanya dengan kontak fisik atau jika seorang anak bermain terlalu lama dengan penderita. Terlebih lagi pada anak usia di bawah lima tahun (balita) yang sistem kekebalan tubunya masih rapuh.

Rasa Ngilu

Berasa ngilu dan nyeri pada tangan, kaki dan mulut adalah gejala yang sebaiknya diwaspadai sebagai serangan virus Singapura. Biasanya diikuti dengan timbulnya bintik-bintik merah berisi cairan di seputar mulut. Virus ini juga menyebabkan rasa perih pada bintik tersebut.

Anak-anak akan cenderung menggaruk bintik merah ini tanpa pikir panjang. Akibatnya, akan terjadi luka. Pada kondisi selanjutnya yang lebih parah adalah ketika si anak mendadak jadi lemah fisik dan kehilangan nafsu makan.

Masa inkubasi penyakit baru ini berkisar antara tiga hingga empat hari. Dari kasus yang sudah ditemui biasanya penderita akan sembuh dalam waktu tujuh sampai 10 hari, itu pun jika si anak dalam kondisi tubuh yang baik.

Namun jika tidak dan dibiarkan berlanjut bisa menyerang paru-paru dan otak. Tentu saja pada taraf ini ada kemungkinan bisa menyebabkan kematian. Yang paling mengerikan adalah penyakit yang baru saja timbul ini belum ada obat penangkalnya.

Umar Fahmi Achmadi, Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Penduduk, Departemen Kesehatan mengatakan bahwa sesungguhnya penyakit ini sudah pernah ada di dunia. Karena Singapura menjadi tempat terjangkitnya kembali virus menular ini maka pemerintah negara jiran itu terlalu melebih-lebihkannya.

Umar juga menyarankan agar masyarakat tidak terlalu panik dan jika memang diketahui anaknya mengidap gejala penyakit ini sebaiknya segera menjalani perawatan dan tidak bersekolah untuk mencegah penularan ke anak lain.

Dokter spesialis anak Jose Batubara turut membenarkan pernyataan Umar. “Sesungguhnya virus Singapura bukan berasal dari Singapura seperti yang banyak diduga orang. Penyakit ini sebenarnya sudah lama ada hanya saja kini kembali berjangkit dan Singapura menjadi tempat yang paling banyak penderitanya. Oleh karena itulah virus ini dijuluki dengan nama virus Singapura.”

Kepala Ikatan Dokter Anak Indonesia ini juga menyinggung bahwa anak-anak di belahan dunia mana pun mempunyai risiko terkena wabah virus ini, bukan hanya sekitar Asia Tenggara. Memang obat penangkalnya belum diketemukan tapi ini adalah jenis penyakit semacam flu yang akan sembuh dengan sendirinya. Mengenai kemungkinan memakan korban jiwa sangat kecil, kecuali jika si pasien memiliki kondisi tubuh yang sangat lemah.

“Yang patut dikhawatirkan adalah dampak dari penyakit ini yang menyebabkan kehilangan nafsu makan dan minum. Seorang anak yang dalam masa pertumbuhan bisa mengalami dehidrasi parah jika sama sekali tak mau makan dan minum. Oleh karena itu penderita harus segera mendapat perawatan jika sudah diketahui menderita gejala penyakit ini,” ujar Jose lebih lanjut.

Penderita juga tidak harus menjalani rawat inap di rumah sakit jika gejalanya masih berupa rasa perih sekitar tangan, kaki dan mulut. Kalau mulai diserang demam maka segera diberi obat turun panas biasa. Namun patut diwaspadai kalau si anak sama sekali tak mau makan yang tentu saja bisa berakibat munculnya penyakit lain seperti masuk angin, maag, dehidrasi, atau kekurangan gizi.

Singapura Sangat Tanggap

Tapi pernyataan Jose maupun Umar sendiri perlu disangsikan mengingat kasus penyakit ini begitu marak di beberapa negara tetangga. Di Singapura sendiri virus ini telah menyebabkan kematian tiga orang anak, masing masing berusia 14 bulan dan dua tahun. Bahkan pemerintah Singapura telah melakukan penutupan sarana umum seperti restoran cepat saji, taman kanak-kanak, dan semua tempat yang memiliki sarana bermain untuk sementara waktu.

Di negara berpenduduk 3, 2 juta jiwa itu sendiri telah ditemukan 363 kasus wabah virus Singapura sejak pertengahan September lalu. Sementara di Taiwan, 50 anak tewas pada tahun 1998 akibat virus yang sama.

Di Serawak, Malaysia virus ini memakan korban 30 nyawa anak-anak. Hingga tahun lalu di Johor, Malaysia tercatat sudah lebih dari 200 kasus berjangkit akibat virus ini.

Cukup mengerikan jika penyakit mematikan ini disikapi secara dingin oleh pemerintah. Terlebih korban dari penyakit itu adalah anak-anak belia, pemilik masa depan bangsa. (mer)

(Sumber: www.sinarharapan.co.id)