Selasa, 04 Agustus 2009
motivasi dalam merawat anak (bag. 2)
itu lah saat kita diuji kesabaran. Perlu untuk menenangkan diri bagi orang tua yang mulai tidak bisa menjaga emosinya. karena emosi yang meluap-luap terkadang berakibat fatal! para orang tua tidak bisa mengontrol tindakannya saat emosi sedang memuncak. perlu kiranya untuk menjauhi sang anak. Dengan cara meninggalkan si kecil pada ibunya untuk beberapa menit sambil meredakan emosi. Cobalah duduk dan minum air putih, jika emosi masih membakar cobalah untuk berbaring atau rebahan. ketika emosi mulai turun dan akal sehat mulai berfungis kembali cobalah dekati anak kita dengan sentuhan yang lembut dan bijaksana cobalah ajak bicara secara dewasa. terkadang perlu dirasa untuk mengajak anak kita berbicara secara lebih terbuka. walau terkadang kita tidak tahu apa kah dia mengerti atau tidak? gunakan bahasa yang "simple".
ke-kreatif-an anak yang terkadang dianggap orang tua membawa masalah perlu disalurkan agar tidak membahayakan anak itu sendiri dan menggangu lingkungan sekitar.
coba ajak dia les ngaji, menggambar! ajak dia bermain dengan kita orang tuanya!
sehingga kekreatifannya lebih tersalurkan dan lebih ter-arah.
cobalah lebih sabar. karean anak yang kreatif dan anak yang "ngeletes" itu adalah modal anak yang smart, pandai dan cerdas.
semoga kita bersabar dalam mendidik buah hati kita.
http://abenicooks.com
Senin, 03 Agustus 2009
TUNTUNAN DALAM PEMBERIAN NAMA
Waktu Pemberian Nama
* Memberi nama bayi pada saat dia dilahirkan.
* Memberinya nama dalam masa tiga hari setelah kelahirannya.
* Memberi nama pada hari ke tujuh dari kelahirannya.
Perbedaan ini masuk dalam kategori tanawwu' (variasi), sehingga kita dapat memilih mana saja yang kita kehendaki, alhamdulillah.
Memberi Nama Adalah Hak Ayah
Tidak ada perbedaan pendapat bahwa yang lebih berhak memberi nama seorang anak adalah ayah. Jika ada perbedaan atau perselisihan antara ayah dengan ibu maka yang berlaku adalah panamaan dari ayah. Seorang ibu jika kurang setuju hendaknya mengajak musyawarah dengan baik, dengan penuh kelembutan dan jalinan kasih.
Boleh juga minta dicarikan nama kepada orang yang terpercaya dalam agamanya (shalih) agar memilihkan nama yang sesuai dengan sunnah. Banyak diantara shahabat yang menghadap Nabi Shalallaahu alaihi wasalam serta meminta beliau agar memberi nama untuk anak-anak mereka.
Anak Dinisbatkan Kepada Ayah
Sebagaimana pemberian nama adalah hak ayah maka penisbatan anak juga kepada ayahnya. Dia dipanggil dengan menisbatkan kepada ayahnya, bukan kepada ibunya, misalkan fulan bin fulan bukan bin fulanah, kalau anak perempuan fulanah binti fulan, demikian pula dalam panggilan.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman,artiya,
“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah.” (al-Ahzab:5)
Memilih Nama Yang Baik
Seorang ayah wajib memilihkan nama yang baik untuk anaknya, dari segi lafal maupun maknanya, serta masih dalam koridor syara'. Diantara ciri nama yang baik adalah: Indah, sejuk di lisan, enak didengar, mengandung makna yang mulia dan sifat yang benar dan jujur, jauh dari segala makna dan sifat yang diharamkan atau dibenci agama seperti nama asing yang tak jelas, tasyabbuh dengan orang kafir serta segala yang memiliki arti buruk.
Tingkatan Nama Yang Dicintai
Tingkatan nama yang dicintai Allah serta dibolehkan dalam Islam adalah sebagai berikut:
* Abdullah dan Abdurrahman, berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallaahu anhu yang diriwayatkan oleh imam Muslim. Dan tak kurang dari tiga ratus shahabat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang memiliki nama Abdullah.
* Abdun (penghambaan)yang disambungkan dengan Asam’ul Husna selain yang tersebut di atas, seperti Abdul Aziz, Abdul Malik, Abdul Majid dan sebagainya.
* Nama-nama nabi dan rasul, karena mereka adalah penghulu bagi umat manusia dan merupakan orang-orang mulia serta terpilih. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam juga pernah memberi nama sebagian shahabat dengan nama para nabi sebelum beliau.
* Nama orang-orang shalih, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dari al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallaahu anha bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa memberi nama dengan nama para nabi dan orang shalih sebelum beliau. Termasuk pemuka shalihin adalah para shahabat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, Tabi'in dan para imam kaum muslimin.
* Segala nama yang mencerminkan kejujuran dan kebaikan manusia.
Nama-Nama Yang Dilarang
Diantara-nama-nama yang dilarang adalah sebagai berikut:
* Segala nama yang menunjukkan penghambaan kepada selain Allah, seperti Abdul Ka'bah, Abdusy Syamsi (hamba matahari), Abdul Husain dan lain-lain.
* Memberi nama dengan nama-nama Allah, seperti Arrahman, al Khaliq, dan semisalnya.
* Nama-nama a'jam yang berasal dari orang kafir dan merupakan ciri atau kekhususan mereka. Ini banyak menimpa kaum muslimin saat ini, mereka banyak mengimpor nama-nama kafir dari Eropa dan Amerika seperti Petrus,George,Diana,Suzan dan sebagainya.
* Nama-nama patung atau berhala yang disembah selain Allah seperti Latta, Uzza, Hubal, (Brahma, Wisnu, Syiwa-pen).
* Nama klaim dusta, mengandung unsur kebohongan yang berlebihan, mentazkiyah (menyucikan) diri . Diantara contoh nama yang masuk kategori ini adalah Malikul Amlak (Muluk), Sulthanus Shalatin, Syahinsyah, yang semuanya memiliki arti hampir sama yaitu raja diraja. Juga nama Hakimul Hukkam yang artinya hakim dari segala hakim.
* Nama-nama setan dan iblis, hal ini sebagimana yang dikatakan Imam Ibnul Qayim.
Nama-Nama Yang Makruh
* Nama yang membuat lari dan ngeri hati seperti Harb (perang), Murrah (pahit), Khanjar (pisau belati). Juga nama-nama yang memiliki makna penyakit seperti Suham (penyakit unta), Suda'(pusing), Dumal (bisul).
* Nama-nama yang mengundang syahwat, terutama bagi para wanita, seperti Fatin atau Fitnah (dengan kecantikannya), Syadiyah (penyanyi dengan suara merdu).
* Nama-nama orang fasiq, artis atau bintang film, penyanyi dan pemusik.
* Nama yang menunjukkan makna dosa atau maksiat seperti zhalim, sariq (pencuri). Juga nama yang tidak diminati masyarakat karena buruk, seperti Kannaz (penumpuk harta), Bakhil dan semisalnya.
* Nama-nama binatang yang dikenal buruk seperti Khimar (keledai), Kalb (anjing),Hanasy (lalat),Qunfudz (landak) dan lain-lain.
............................
* Sebagian ulama juga memakruhkan pemberian nama dengan surat-surat dari al-Qur'an seperti Thaha, Hamim, Yasin.
Adapun yang tersebar di masyarAkat bahwa Thaha atau Yasin adalah nama lain untuk Nabi Muhammad saw, maka itu sama sekali tidak benar. Ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Qayyim al Jauziyah di dalam kitab “Tuhfatul Maudud” hal 109.
Sudah saatnya kaum muslimin menyadari pentingnya nama yang baik dan islami. Karena nama-nama yang baik insya Allah akan memberikan pengaruh yang baik pula bagi pribadi, keluarga dan masyarakat. Tidak ada salahnya jika seseorang yang terlanjur memiliki nama atau memberi nama yang buruk, nama kufur dan nama syirik, segera menggantinya dengan nama-nama yang dianjurkan atau dibolehkan dalam Islam. Mengganti nama yang buruk dengan nama yang baik merupakan sunnah yang pernah dilakukan oleh Nabi saw. Wallahu a’lam.
Diringkas dan disadur dari kitab “Tasmiyatul maulud” Syaikh Bakr Abdullah Abu Zaid.
--------------------------------------------------------------------------------
Kamis, 30 Juli 2009
Motivasi Dalam Merawat Anak
Jika ini dibenak kita jangan heran kita melihat ada kekerasan dalam rumah tangga hingga sang Ayah menganiaya buah hatinya sendiri atau sang Ibu memukuli anaknya sendiri bak maling, padahal anak belum beranajak dewasa.
Ibu, saya sekarang memiliki 2 orang buah hati yang cakep dan cantik. yang gagah dan "kalem". yang pertama saat ini berusia 1 tahun 6 bulan dan adiknya berusia 6 bulan. Hanya selisih 1 tahun. Yang pertama sering saya panggil "Kakak Ai" dan adeknya"Asna"
Butuh Ekstra sabar, butuh ekstra tenaga dan butuh ekstra ketelatenan.
untuk Asna dia sudah mulai mengenal dunia orang tuanya, mulai merekam wajah-wajah yang mendekatinya. Oleh karena itu saat saya mendekatinya dia sudah bisa mulai mengenali saya, sehingga ketika dia ditinggal sendiri, terkadang "si Kecil" ini menangis dan berteriak-teriak.
Begitu juga dengan Kakak Ai, umur 1,5 tahun adalah masa-masa dia mengeksplorasi dunia disekitarnya rasa keingin tahuan yang tinggi, sehingga perlu pengawasan yang ketat agar tidak membahayakan dirinya. Pernah suatu ketika dia buang air besar tengah malam saat tidur dan "kotoran"-nya diusap-usapkan ke rambut suami saya seperti sampo yang dikeramaskan. atau kejadian lainnya yang kami pernah kehilangan semua alas kaki kami, yang ternyata sama kakak Ai di lempar di selokan.
Salahkah dia? perlukah kita mecubit, menampar dan memukul? bagaimana cara kita menasehatinya?
........................
t'be cont'
Rabu, 29 Juli 2009
Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa selama Romadhon ?
Memasuki bulan puasa banyak masyarakat yang mempertanyakan bolehkah wanita hamil berpuasa?
Jawabannya adalah tergantung dari kondisi ibu hamil itu sendiri, asalkan ibu hamil tersebut bisa menjaga dan memenuhi asupan gizi dan kalori yang diperlukan selama kehamilannya ini untuk perkembangan dan pertumbuhan bayinya.
Selama berpuasa asupan gizi dan kalori tetap dibuat sama dengan saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50 % karbohidrat, 30 % protein, dan 10-20 % lemak. Hanya waktunya yang dipindah, semua asupan dipenuhi pada saat sahur, berbuka puasa dan waktu antara berbuka – sahur.
Namun sebaliknya, ibu hamil harus menghentikan puasanya apabila ibu hamil tersebut mengalami gejala morning sickness atau mual-muntah saat kehamilannya. Atau Ibu hamil yang kehamilannya bermasalah, seperti Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi, atau kencing manis, atau gangguan pencernaan dan lain lain.
Dan menyadari bahwa asupan kalori makanan untuk kehamilan anda tak mencukupi, maka Ibu hamil sebaiknya memutuskan yang terbaik untuk dirinya dan juga bayi dalam kandungannya. Memaksakan berpuasa hanya akan mengganggu perkembangan janin.
Sementara Seperti yang diutarakan dr R Muharam, SpOG, sebenarnya di trimester berapa pun ibu hamil boleh melakukan ibadah puasa selama bulan suci Ramadhan. Lain halnya bila ada kondisi-kondisi penyulit yang menyertai kehamilan antara lain :
1. Perdarahan
Pada ibu yang pernah mengalami perdarahan semasa kehamilan, memaksakan diri hanya akan membuat keadaan kemungkinan bertambah parah. karena ini menyangkut keselamatan ibu hamil dan janin/bayinya.
2. Diabetes Melitus (DM)
Ibu hamil dengan DM tidak disarankan berpuasa. Pasalnya, selain harus menjalani terapi obat secara teratur, ibu hamil juga harus mematuhi program makan yang telah dibuatkan supaya kadar gula dalam darah bisa tetap terkontrol/bisa tetap stabil.
3. Hipertensi
Mirip dengan DM, terapi obat tak boleh terlewatkan dalam kasus-kasus hipertensi. Bila terlewat, besar kemungkinan tekanan darah jadi tidak terkontrol, bisa naik atau turun. Padahal, tekanan darah yang naik turun seperti itu jelas-jelas harus dihindari selama hamil karena bisa menyebabkan kematian ibu maupun si bayi.
4. Anoreksia dan bulimia
Efek yang bisa terjadi adalah kekurangan cairan tubuh. Padahal cairan tubuh itu amat penting bagi si ibu hamil, terutama bayi yang sedang dikandung.
5. Gangguan sistem pencernaan
Salah satunya adalah gangguan mag. Ibu hamil dengan gangguan ini yang memaksakan diri berpuasa berarti memperbesar peluang penyakitnya akan kambuh. Lambung kosong akan mempertinggi peluang terjadinya peningkatan asam lambung.
6. Dehidrasi
Jika sampai mengalami hal ini, bisa dibayangkan apa jadinya si ibu hamil bersama bayi yang tengah dikandungnya. Karena itu jangan sungkan untuk lekas berbuka. Jangan sampai ibu hamil mengalami hal ini yang umumnya diawali dengan diare dan muntah berlebih, keringat dingin membanjir, disertai keluhan pusing dan lemas.
7. Hari H
Di hari bersalin, ibu hamil tidak dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa. Soalnya ibu memerlukan energi ekstra untuk melahirkan si buah hati. Memaksakan diri untuk berpuasa hanya akan memperbesar peluang terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pingsan, persalinan “terhenti” lantaran tak ada energi, atau malah perdarahan hebat.
Selain kendala tersebut, Muharam juga menegaskan pentingnya mencermati sejumlah tanda yang tak lazim pada ibu hamil yang menjalankan ibadah puasa. Ia menyarankan untuk lekas berbuka saat itu juga, sekalipun mungkin waktu untuk berbuka puasa tinggal beberapa saat lagi dan si ibu tidak memiliki faktor penyulit. Kalau tanda-tanda berikut sampai muncul, itu berarti tubuh tak sanggup lagi berpuasa.
(Renny/IOT-03)
http://abenicooks.com
Selasa, 28 Juli 2009
Berpengaruhkah pola makan buah hati kita dengan " Tumbuh Kembang Anak "
bahkan saat ibu hamil, pola makan perlu diatur karena tumbuh kembang anak sesungguhnya sudah dimulai semenjak dimasa kehamilan / dalam kandungan.
oleh karena itu jika ibu mengkhawatirkan pertumbuhan otak janin atau anak kita terganggu, maka perlu kiranya selama didalam kandungan atau saat masa kehamilan bunda mengkonsumsi DHA dan Asam folat / Folic Acid. DHA dan Asam folat / Folic Acid banyak didapatkan pada ikan laut, minyak ikan atau dalam kapsul yang telah diresepkan oleh dokter kandungan.
Apabila kita mengharapkan mempunyai anak yang tinggi (tumbuh kembang tinggi bandannya terlihat lebih menonjol dibanding teman sebayanya), maka ibu perlu banyak mengkonsumsi kalsium/calsium. Tetapi dalam mengkonsumsi kalsium/calsium perlu diperlakukan dosisnya, karena dalam dosis berlebih ditakutkan terjadi pengkapuran pada tali pusar bayi/janin didalam kandungan.
abenicooks.com
Minggu, 26 Juli 2009
Ketika Anak Kita Susah BAB (buang air besar)
- berikan ASI eksklusif bagi bayi anda (tetapi jika tidak bisa, perhatikan pencegahan berikut)
- cobalah suapi bayi anda dengan air putih sehabis minum susu formula.
- gantilah susu formula bayi anda, karena setiap bayi mempunyai respon yang berbeda-beda terhadap "kecocokan" pencernaannya terhadap susu formula yang dikonsumsi. ada beberapa bayi yang mencret jika tidak cocok dengan susu formula tertentu, tetapi ada juga bayi yang mengalami susah buang air besar.
- hentikan pemberian makanan tambahan jika bayi anda belum 6 bulan.
- jangan terlalu mudah memberikan obat anti konstipasi, karena hepar/hati bayi masih belum sempurna fungsinya. kecuali jika si Kecil belum buang air besar hingga 3 hari lebih dan ada saran dari dokter untuk memberikan obat anti sembelit/konstipasi.
jika pencegahan diatas telah dilakukan, maka kita dapat membantu bayi kita dengan cara memberikan baby oil atau coconut oil pada anus-nya, dengan dimasukkan melalui ujung termometer yang tumpul dan kecil. jangan memasukkan terlalu dalam dan tunggu si kecil untuk mengejan lagi, jika kotoran sudah mulai terlihat/terasa di ujung termometer anda dapat membantunya dengan "mencongkel" kotoran tersebut. Tetapi berhati-hati lah saat mencongkelnya karena biar si kecil tidak kesakitan dan jangan sampai termometer anda patah. Congkel-lah kotoran tersebut dengan mengikuti gerakan nafas dan gerakan otot bayi kita yang mengejan. Saat dia mengejan itulah waktu tepat untuk mencongkel, tetapi saat dia mengambil nafas jangan terlalu dipaksakan untuk mencongkel kotoran. dikhawatrikan jika kita tidak berhati-hati selain termometer patah, juga terjadi luka di anus buah hati kita.
masalah konstipasi buah hati perlu menjadi perhatian Ayah dan Bunda, jika perlu konsultasikan dengan dokter anak yang terdekat.
http://abeniccoks.com