Sabtu, 15 Januari 2011

“Hamka dan Pluralisme Agama”

Hamka, pernah mundur dari Ketua MUI daripada harus menarik fatwa haramnya merayakan “Natal Bersama” . Apalagi mendukung ‘Pluralisme Agama’ Baca CAP Adian Husaini ke-172

Oleh: Adian Husaini

Pada Selasa, 21 Nopember 2006, Syafii Maarif menulis kolom resonansi di Republika yang berjudul “Hamka Tentang Ayat 62 Al-Baqarah dan Ayat 69 Al-Maidah”. Hari itu, saya sedang di Gresik mengisi acara kajian tentang Islam Liberal di Pesantren Maskumambang Gresik, Jawa Timur. Mulai pagi hingga malam hari, bertubi-tubi SMS masuk ke HP saya yang mempersoalkan isi tulisan Syafii Maarif tersebut. Rabu paginya,

setibanya di Jakarta, saya baru sempat membaca tulisan Syafii Maarif. Setelah saya cek ke Tafsir al-Azhar, karya Buya Hamka, seperti yang dirujuk Syafii Maarif, memang ada sejumlah hal yang perlu diperjelas dari tulisan Syafii, agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru terhadap sosok Prof. Hamka, ulama terkenal yang legendaris.

Pluralisme Agama tampaknya memang sudah menjadi alat penghancur aqidah Islam yang sangat intensif disebarkan ke berbagai pelosok. Kamis (30 November 2006), malam, seseorang yang tinggal di satu kota kecil di propinsi Banten, menelepon saya dan meminta untuk datang ke kota itu karena baru saja diselenggarakan satu seminar yang menyebarkan paham “Pluralisme Agama”.

Ayat Al-Quran yang dibahas Syafii Maarif memang saat ini sedang gencar-gencarnya disosialisasikan oleh kalangan pendukung paham Pluralisme Agama untuk menjustifikasi paham Pluralisme Agama, bahwa semua agama adalah merupakan jalan yang sama-sama sah menuju Tuhan yang satu. Tidak peduli siapa pun nama dan sifat Tuhan itu ; dan tidak peduli bagaimana pun cara menyembah Tuhan itu.

Dalam bahasa Nurcholish Madjid: ‘’bahwa setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama. Ibarat roda, pusat roda itu adalah Tuhan, dan jari-jari itu adalah jalan dari berbagai Agama.’’ Dalam bukunya, The World’s Religions, Huston Smith juga menulis satu sub-bab berjudul “Many Paths to the Same Summit”. Ia menulis: “Truth is one; sages call it by different names.” (Kebenaran memang satu; orang-orang bijak menyebutnya dengan nama yang berbeda-beda).

Jadi, dalam pandangan Pluralisme Agama – versi transendentalisme – ini, tidak ada agama yang salah, dan tidak boleh satu pemeluk agama yang mengklaim hanya agamanya sendiri sebagai jalan satu-satunya menuju Tuhan. Kalangan Pluralis kemudian mencari-cari dalil dalam kitab sucinya masing-masing untuk mendukung paham ini. Yang dari kalangan Islam biasanya menjadikan QS 2:62 dan 5:69 untuk menjustifikasi pandangannya. Kalangan Hindu pluralis, misalnya, biasanya suka mengutip Bagawad Gita IV:11: “Jalan mana pun yang ditempuh manusia ke arah-Ku, semuanya Aku terima.”

Tentu saja, legitimasi paham Pluralisme Agama dengan ayat-ayat tertentu dalam kitab suci masing-masing agama mendapatkan perlawanan keras dari masing-masing agama. Tahun 2000, Vatikan telah menolak Paham Pluralisme dengan mengeluarkan dekrit ‘Dominus Jesus’.

Tahun 2004, seorang pendeta Kristen di Malang menulis buku serius tentang paham Pluralisme Agama berjudul: “Theologia Abu-Abu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini”. Tahun 2005, MUI juga mengeluarkan fatwa yang menolak paham Pluralisme Agama. Dan tahun 2006, Media Hindu juga menerbitkan satu buku berjudul “Semua Agama Tidak Sama.” Buku ini juga membantah penggunaan ayat dalam Bhagawat Gita IV:11 untuk mendukung paham penyamaan agama yang disebut juga dalam buku ini sebagai paham Universalisme Radikal’.

Penyalahgunaan

Di kalangan kaum Pluralis agama yang beragama Islam, QS 2:62 dan 5:69 biasanya dijadikan legitimasi untuk menyatakan, bahwa umat beragama apa pun, asalkan beriman kepada Tuhan dan Hari Akhir, serta berbuat baik terhadap sesama manusia, maka dia akan mendapat pahala dari Allah dan masuk sorga. Tidak pandang agamanya apa, Tuhannya siapa, dan bagaimana cara menyembah Tuhannya. Karena itu, untuk mendapatkan keselamatan di akhirat, kaum Yahudi dan Kristen, misalnya, tidak perlu beriman kepada Nabi Muhammad saw. Untuk mencari legitimasi, yang sering dijadikan rujukan adalah ‘Tafsir al-Manar’-nya yang ditulis oleh Rasyid Ridha.

Prof. Abdul Aziz Sachedina, misalnya, dalam satu artikelnya berjudul “Is Islamic Revelation an Abrogation of Judaeo-Christian Revelation? Islamic self-identification”, menyatakan: “Rasyid Ridha tidak mensyaratkan iman kepada kenabian Muhammad bagi kaum Yahudi dan Kristen yang berkeinginan untuk diselamatkan, dan karena itu, ini secara implisit menetapkan validitas kitab Yahudi dan Kristen.

Sachedina dan sejumlah Pluralis lainnya tidak cermat dan tidak lengkap dalam mengutip Tafsir al-Manar, sehingga berkesimpulan seperti itu. Padahal, dalam Tafsir al-Manar Jilid IV yang membahas tentang keselamatan Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani), disebutkan, bahwa QS 2:62 dan 5:69 adalah membicarakan keselamatan Ahlul Kitab yang kepada mereka yang dakwah Nabi Muhammad saw tidak sampai. Sedangkan bagi Ahli Kitab yang dakwah Islam sampai kepada mereka (sesuai rincian QS 3:199), Rasyid Ridha menetapkan lima syarat keselamatan, diantaranya: (1) beriman kepada Allah dengan iman yang benar, yakni iman yang tidak bercampur dengan kemusyrikan dan disertai dengan ketundukan yang mendorong untuk melakukan kebaikan, (2) beriman kepada Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad.

Al-Manar juga menyebutkan, bahwa kaum Yahudi dan Nasrani, tidak bisa disebut ahl al-fathrah, yang berhak memperoleh keselamatan dan tidak ada alasan pemaaf yang bisa membebaskan mereka dari hukuman (lâ 'udzr lahum dûn al-'uqûbah), karena mereka masih dapat mengenali ajaran kenabian yang benar.

Dengan logika sederhana sebenarnya kita bisa memahami, bahwa untuk dapat "beriman kepada Allah" dan Hari Akhirat dengan benar dan beramal saleh dengan benar, sebagaimana disyaratkan dalam QS 2:62-dan 5:69, seseorang pasti harus beriman kepada Rasul Allah saw, yaitu Nabi Muhammad saw. Sebab, dalam konsep keimanan Islam, hanya melalui Rasul-Nya, kita dapat mengenal Allah dengan benar; mengenal nama dan sifat-sifat-Nya. Juga, hanya melalui Nabi Muhammad saw, kita dapat mengetahui, bagaimana cara beribadah kepada Allah dengan benar. Jika tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw, mustahil manusia dapat mengenal Allah dan beribadah degan benar, karena Allah SWT hanya memberi penjelasan tentang semua itu melalui rasul-Nya.

Pendapat Hamka

Pendapat Hamka tentang keselamatan kaum non-Muslim dalam pandangan Islam sebenarnya juga tidak berbeda dengan para mufassir terkemuka yang lain. Termasuk ketika menafsirkan QS 2:62 dan 5:69. Karena itu, Hamka memandang, ayat itu tidak bertentangan dengan QS 3:85 yang menyatakan: "Dan barangsiapa yang mencari selain dari Islam menjadi agama, sekali-kali tidaklah tidaklah akan diterima daripadanya. Dan di Hari Akhirat akan termasuk orang-orang yang rugi." Jadi, QS 3:85 tidak menasakh QS 2:62 dan 5:69 karena memang maknanya sejalan.

Alasan Hamka bahwa ayat ini tidak menghapuskan ayat 62 – sebagaimana juga dikutip Syafii Maarif – bahwa "Ayat ini bukanlah menghapuskan (nasikh) ayat yang sedang kita tafsirkan ini melainkan memperkuatnya. Sebab hakikat Islam ialah percaya kepada Allah dan Hari Akhirat. Percaya kepada Allah, artinya percaya kepada segala firmanNya, segala Rasulnya dengan tidak terkecuali. Termasuk percaya kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan hendaklah iman itu diikuti oleh amal yang shalih."

Jadi, Hamka tetap menekankan siapa pun, pemeluk agama apa pun, akan bisa mendapatkan pahala dan keselamatan, dengan syarat dia beriman kepada segala firman Allah, termasuk Al-Quran, dan beriman kepada semua nabi dan rasul-Nya, termasuk Nabi Muhammad saw. Jika seseorang beriman kepada Al-Quran dan Nabi Muhammad saw, maka itu sama artinya dia telah memeluk agama Islam. Dengan kata lain, dalam pandangan Hamka, siapa pun yang tidak beriman kepada Allah, Al-Quran, dan Nabi Muhammad saw, meskipun dia mengaku secara formal beragama Islam, tetap tidak akan mendapatkan keselamatan. Itulah makna QS 3:85 yang sejalan dengan makna QS 2:62 dan 5:69.

Soal keimanan kepada Nabi Muhammad saw dan Al-Quran itulah yang sejak awal ditolak keras oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Orang Yahudi menolak mengimani Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw. Dan kaum Nasrani menolak untuk beriman kepada Nabi Muhammad saw. Sedangkan kaum Muslim mengimani Nabi Musa, Nabi Isa, dan juga Nabi Muhammad saw, sebagai penutup para Nabi.

Hamka adalah sosok ulama yang gigih dalam membela aqidah Islam. Tahun 1981, dia memilih mundur dari Ketua Majlis Ulama Indonesia, daripada harus menarik kembali fatwa haramnya merayakan Natal Bersama bagi umat Islam. Beberapa hari kemudian, beliau meninggal dunia. Sosok Hamka sangat jauh bedanya dengan para pengusung paham Pluralisme Agama. Hamka sangat tegas dalam masalah keimanan.

Dalam catatan ini, kita pernah mengutip satu tulisan Buya Hamka yang berjudul: “Toleransi, Sekulerisme, atau Sinkretisme.” Di situ, Prof. Hamka menyebut tradisi perayaan Hari Besar Agama Bersama bukan menyuburkan kerukunan umat beragama atau toleransi, tetapi akan menyuburkan kemunafikan. Di akhir tahun 1960-an, Hamka memberikan komentar tentang usulan akan perlunya diadakan perayaan Natal dan Idul Fithri bersama, karena waktunya berdekatan.

Hamka menulis: “Si orang Islam diharuskan dengan penuh khusyu’ bahwa Tuhan Allah beranak, dan Yesus Kristus ialah Allah. Sebagaimana tadi orang-orang Kristen disuruh mendengar tentang Nabi Muhammad saw dengan tenang, padahal mereka diajarkan oleh pendetanya bahwa Nabi Muhammad bukanlah nabi, melainkan penjahat. Dan Al-Quran bukanlah kitab suci melainkan buku karangan Muhammad saja. Kedua belah pihak, baik orang Kristen yang disuruh tafakur mendengarkan al-Quran, atau orang Islam yang disuruh mendengarkan bahwa Tuhan Allah itu ialah satu ditambah dua sama dengan satu, semuanya disuruh mendengarkan hal-hal yang tidak mereka percayai dan tidak dapat mereka terima… Pada hakekatnya mereka itu tidak ada yang toleransi. Mereka, kedua belah pihak hanya menekan perasaan, mendengarkan ucapan-ucapan yang dimuntahkan oleh telinga mereka. Jiwa, raga, hati, sanubari, dan otak, tidak bisa menerima. Kalau keterangan orang Islam bahwa Nabi Muhammad saw adalah Nabi akhir zaman, penutup sekalian Rasul. Jiwa raga orang Kristen akan mengatakan bahwa keterangan orang Islam ini harus ditolak, sebab kalau diterima, kita tidak Kristen lagi. Dalam hal kepercayaan tidak ada toleransi. Sementara sang pastor dan pendeta menerangkan bahwa dosa waris Nabi Adam, ditebus oleh Yesus Kristus di atas kayu palang, dan manusia ini dilahirkan dalam dosa, dan jalan selamat hanya percaya dan cinta dalam Yesus.”

Kita perlu menggarisbawahi ungkapan Buya Hamka, bahwa “dalam hal kepercayaan tidak ada toleransi.”

Ya, tentu kita maklum, bahwa dalam soal keyakinan memang tidak ada kompromi. Jika kita yakin bahwa Iblis adalah musuh yang nyata, maka tidak mungkin kita juga mengakuinya sebagai teman akrab. Jika seorang Muslim yakin bahwa Nabi Isa tidak mati di tiang salib, maka tidak mungkin pada saat yang sama dia juga meyakini konsep trinitas dalam Kristen. Lakum dinukum waliya din. Bagi kami agama kami, bagi anda agama anda. Demikianlah sikap yang diajarkan dalam Al-Quran. Kita menghormati keyakinan orang lain, tanpa mengurangi keyakinan kita sebagai seorang Muslim. (Depok, 1 Desember 2006/www.hidayatullah.com).

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com

Jumat, 14 Januari 2011

Partner Curhat ?


Seringkali kita tertawa dengan lepas dikala berkumpul dengan teman-teman atau sanak saudara. Tetapi terkadang juga kita harus meneteskan air mata dan membutuhkan sebuah dekapan kehangatan yang menenangkan kegundahan hati.

Itulah kehidupan ! Kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di esok hari. Saat sekarang tertawa esok harus menangis, dikala sore sedih tetapi pagi telah riang gembira.
Hal ini wajar terjadi karena kita manusia normal dengan emosi yang wajar. Tetapi apakah emosi tersebut dapat tersalurkan dengan baik? dengan media apa?
salah satu media yang nyata dalam meredam dan mengendalikan emosi yaitu CURHAT (Curahan Hati), entah dikala sedih atau senang.

Curhat memang menjadi media yang sangat ampuh tuk berbagi beban dengan sahabat atau saudara. walaupun mereka (pendengar curhat) hanya diam/tak membantu tetapi seolah-olah hati kian ringan. Begitulah CURHAT !

tetapi tidak semua CURHAT akan berdampak positif, tergantung kepada siapa dan kapan kita curhat. Karena Bisa Jadi Sahabat, teman atau saudara yang kita ajak Ngobrol, malah menjadi tamparan bagi hati kita. Acuh tak acuh.....saran yang bukan solusi (asal-asalan) .....atau malah jadi bahan tertawaan, karena mereka sedang malas mendengarkan permasalahan anda.

Jangan khawatir ! Coba lah Curhat dengan Sang Penguasa, Sang Pencipta, Sang Khaliq. Dia Maha Pendengar dan Maha Pemberi Solusi. Luapkan Isi hati kita lewat tetesan air mata di kala sujud. Jeritkan batin kita dengan setiap kata dzikir yang terucap. Memintalah solusi dengan doa tangismu di kala malam tiba, dikala setiap insan sedang tak berdaya dalam gelap, dikala hening berselimut dingin. Menangislah tuk mendengar solusi dari yang Maha Suci. Menangislah walau kita tak tahu menangis karena apa? tetapi menangislah dikala kita sujud padaNya dikala heningnya malam.

Jumat, 02 April 2010

TAS UNTUK PROMO


Sebuah Usaha atau Perusahaan dapat tumbuh dan berkembang besar, jika mempunyai pasar yang besar! salah satu alat untuk memperbesar pasar yaitu dengan metode promo dan marketing!

Bahkan seorang pakar marketing mengatakan, " Untuk merintis usaha dari 0, maka 75% konsentrasi daya dan finansial, terletak pada promosi!"

mengapa demikian? karena dengan promo yang tepat sasaran, maka usaha kita akan lebih ringan untuk kedepannya! "Branded" perusahaan kita akan lebih dikenal, maka Customer yang akan mencari kita dan bukan kita yang mencari Customer!
Banyak Orang kreatif dan Cerdas memulai Usahanya, tetapi akhirnya Kandas! kenapa demikian? karena kecerdasan dan kekreatifannya hanya terpaku/terkonsentrasi pada barang yang atau jasa yang dihasilkan saja. berbagai inovasi dapat ia buat, tetapi pasat tidak mengetahuinya! sehingga akhirnya terbengkalai.

banyak sekali media promo yang dapat kita pilih! contohnya dengan media Promosi Online
bukan kah pengguna internet kian hari menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Cara Promo yang lain yaitu dengan promo tak langsung! contohnya kita mencantumkan nama dan jenis usaha kita pada tas pembungkus nasi saat tasyakuran di rumah? atau kita coba menyumbangkan sebuah tas kain untuk acara sosial/keagamaan tertentu, tetapi di tas tersebut kita cantumkan nama, jenis dan alamat usaha kita. maka secara tidak langsung promo ini menjadikan tepat sasaran! Coba kunjungi http://wahliyarosa.co.cc
yang menyediakan berbagai pilihan tas promosi, tas nasi, tas seminar bahkan tas untuk ulang tahun.

seorang kenalan istri, tak sengaja telah mendapat 1000 order sandal pesanan, dari hasil promosi yang awalnya diremehkan!

coba kita belajar lebih mandiri, produktif, terus berkarya dan tak lupa juga selalu berpkir cerdas dalam mengenalkan produk usaha kita.

Selasa, 23 Februari 2010

Efek Negatif Video/Televisi Pada Bayi

Mungkin sekadar tambahan renungan, kenapa makin ke sini makin banyak anak yang mengalami gangguan konsentrasi, speech delay dll..

-------------------------------------------------------------------
(Bahkan Video yang diperuntukkan untuk bayi, ternyata punya efek buruk yang tersembunyi)

Saat ini banyak sekali video yang diperuntukkan untuk bayi dijual bebas di pasaran. Video-video tersebut berisi gambar-gambar lucu yang sangat disukai bayi. Jika dilihat isi dari video tersebut sangat bagus tetapi jika diteliti lebih dalam ternyata juga memiliki dampak buruk.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics, anak yang masih berusia dibawah 2 tahun, harus dijauhkan dari televisi. Hal itu karena beberapa penelitian menunjukkan menonton televisi pada usia dini bisa memicu gangguan perhatian atau konsentrasi pada anak.

Saat anak diberikan tontonan video yang berisi gambar-gambar lucu memang bisa membuatnya lebih tenang. Tetapi ada dampak negatif di kemudian hari yang akan muncul pada anak, yaitu ia akan sulit diatur dan berkonsentrasi.

Meletakkan boks bayi juga sebaiknya jangan berdekatan dengan televisi. Hal itu untuk menghindari paparan sinar televisi yang bisa berdampak negatif pada penglihatan bayi yang masih sensitif.

Dengan fakta tersebut, bukan berarti sebagai orang tua Anda menjauhkan buah hati dari televisi. Tetapi batasi paparan televisi pada anak Anda karena efek negatifnya yang baru akan dirasakan pada kemudian hari. Usahakan saat buah hati menginjak 2 tahun, Anda baru memperkenalkan video-video edukasi.

Sebelum buah hati menginjak usia 2 tahun Anda bisa memberikannya permainan lain yang jauh lebih bermanfaat dan tidak memiliki dampak negatif. Seperti memainkan jari, bercerita menggunakan buku kain, atau menggunakan benda-benda lain disekitar yang aman bagi buah hati. (sumber: http://www.facebook.com/l/8a8f7;VIVAnews.com)

Label: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Rabu, 17 Februari 2010

oil refining process

In Oil and Fats Production (especially Palm Oil), Cristallization and Filter Press process has importent role. If we want have clear oil so we must make perfect Cystall. Formed Crystall transfered by screw pump to filter press.
why must use screw pump?
because with screw pump, crystall that has been formed still intact. not crashed by pump rotation.
so importance this screw pump then we should be more observant in selecting and determining specification pump used.



www.diamondfasteners.com/mil-spec-hardware.htm provide us information about any kinds of screw from welding screw until mechine screw. back to our topic that refining oil depend crystallization and filter process, and we have known that filter press can separate perfectly if crystall that formed big one. then oil can be sparated wit fat (crystall). if large crystall that has been formed, press process can be done easily and the amount of fat that passes membrane into oil just a little.


But if we use gear pump or hydrolic pump it can caused crystall crash in small pieces and when pressed to filter, fat can passes membrane easily. so oil that produced looks cloudy.



oh yahh! ..... screw pump that I mean here us scroll pump, that using screw to prompt mixture oil and fat to filter press.

Selasa, 16 Februari 2010

Jangan jadikan anak yatim piatu

Jangan jadikan anak yatim piatu

Tak sedikit orangtua menantikan kelahiran anak, tapi setelah lahir anak-anak ini dijadikan 'yatim-piatu' padahal orangtuanya masih lengkap. Sebagian orangtua begitu sibuk mengejar kebebasan finasial demi 'masa depan' sementara anak-anak terabaikan. Setelah finansial didapatkan, ternyata anak-anaknya rusak tertelan lingkungan. (Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari)

Selasa, 09 Februari 2010

Kupu-kupu Rumah

"Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu. Sebagian anak balita sangat sabar menguji orangtua, karena itu jangan kalah sabar dengan anak untuk istiqomah bersabar menghadapinya. Meski melelahkan, ia berproses menuju kupu-kupu yang akan dinikmati kelak oleh para orangtuanya"

Label: , , , , , ,